Indonesia Didorong Jadi Mediator Konflik Sudan, Dukung Perdamaian Global

- Jumat, 07 November 2025 | 05:00 WIB
Indonesia Didorong Jadi Mediator Konflik Sudan, Dukung Perdamaian Global

Indonesia Didorong Ambil Peran Mediasi Konflik Sudan, Dukung Perdamaian Global

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendesak Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keterlibatan dalam proses mediasi perdamaian konflik Sudan. Dorongan ini muncul menyusul permintaan resmi Pemerintah Sudan yang mengajak Turki dan Qatar sebagai mediator tambahan dalam negosiasi antara Tentara Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Latar Belakang Konflik Sudan

Konflik bersenjata di Sudan yang berlangsung sejak April 2023 telah menimbulkan krisis kemanusiaan parah. Data PBB menunjukkan jutaan warga Sudan mengungsi, korban jiwa terus berjatuhan, dan stabilitas politik negara tersebut semakin memburuk.

Dukungan Diplomasi Indonesia untuk Sudan

Menurut Sukamta, Indonesia memiliki posisi strategis dan pengalaman diplomasi yang kuat untuk berkontribusi dalam proses perdamaian. "Indonesia dikenal sebagai negara yang berpengalaman dalam diplomasi internasional dan pendukung penyelesaian konflik secara damai," tegas Sukamta di Jakarta.

Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia

Inisiatif mediasi ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif. Sukamta menegaskan hal ini merupakan wujud nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sesuai amanat Pembukaan UUD 1945.

Mekanisme Diplomasi yang Diusulkan

Komisi I DPR mendorong Kementerian Luar Negeri untuk memanfaatkan berbagai jalur diplomasi, termasuk:

  • Forum bilateral dengan pihak-pihak terkait
  • Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
  • Kerangka kerja ASEAN Plus

Krisis Kemanusiaan di Sudan

Sukamta menekankan urgensi penyelesaian konflik mengingat kondisi kemanusiaan yang terus memburuk. Akses bantuan kemanusiaan terhambat parah akibat situasi keamanan yang tidak stabil, sementara jumlah pengungsi terus bertambah.

Peran Indonesia sebagai Bridge-Builder

Indonesia diharapkan dapat berperan sebagai jembatan diplomasi (bridge-builder) yang memastikan proses mediasi berjalan inklusif dan menghormati hak-hak rakyat Sudan. "Indonesia dapat menjadi suara moral dan mediator terpercaya," tambah Sukamta.

Seruan Solidaritas Global

Pernyataan ini ditutup dengan seruan solidaritas global untuk mendukung perdamaian jangka panjang di Sudan, menekankan pentingnya kerjasama internasional dalam menyelesaikan krisis kemanusiaan tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar