Hendrajit: Jonan Tak Bahas Whoosh dengan Prabowo, Justru Buka Ruang Tanda Akan Dapat Pos Strategis
Pengamat geopolitik Hendrajit menilai pertemuan antara Ignasius Jonan dengan Presiden Prabowo Subianto belakangan ini menyimpan makna yang lebih dalam daripada sekadar silaturahmi biasa.
“Setelah ketemu Prabowo, banyak orang berharap Jonan bicara soal kereta api supercepat Whoosh Whoosh Yess. Tapi justru yang keluar dari mulut Jonan bukan itu,” kata Hendrajit dalam analisanya, Kamis (6/11/2025).
Menurut Hendrajit, Jonan justru menyinggung soal keberhasilan MBG (Merah Putih, Berdaulat, dan Gotong Royong), kiprah Prabowo yang proaktif di dunia internasional, hingga gagasan Sekolah Rakyat. Menariknya, kata Hendrajit, proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung sama sekali tidak disebut dalam pertemuan itu.
“Dalam jurnalisme, di sinilah menariknya ungkapan to read between the line, membaca yang tersirat dari yang tersurat. Artinya, pesan yang bisa dibaca adalah Jonan mungkin akan mendapat posisi yang lingkup wewenangnya mencakup semua isu yang disinggungnya minus kereta cepat,” ujar Hendrajit.
Lebih jauh, Hendrajit menilai Ignasius Jonan bukan sekadar teknokrat yang disiplin dan cekatan (mrantasi), tetapi seorang inovator sejati.
“Ia bukan cuma kreator, tapi inovator. Mampu membuat sesuatu yang tadinya tidak ada, menjadi ada,” katanya.
Hendrajit menyinggung transformasi besar-besaran yang terjadi di sektor transportasi darat sejak Jonan menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Ia mengingatkan publik pada masa 1980–1990-an, ketika terminal-terminal seperti Rambutan dan Pulogadung masih identik dengan kekumuhan dan calo tiket.
“Sekarang terminal bus dan stasiun di seluruh negeri bersih dan nyaman. Satpam bahkan jadi garda depan pelayanan publik. Itu semua jejak Jonan,” ujar Hendrajit.
Hendrajit mengakui, tidak mudah menebak posisi yang pas untuk sosok seperti Jonan. “Kalau jadi Menteri Perhubungan lagi, itu ibarat memakai kemeja lama lima tahun lalu untuk ukuran tubuh sekarang sudah tidak pas,” ujarnya.
Menurutnya, proyek Whoosh hanya sekadar program fisik. Sedangkan talenta dan passion Jonan terletak pada membangun sistem dan tata kelola.
“Yang dibutuhkan Prabowo saat ini adalah orang dengan pikiran di luar kotak, berani menginovasi, dan mampu menghidupkan kembali ide-ide besar seperti Sekolah Rakyat atau diplomasi proaktif Indonesia di panggung global. Dan Jonan sudah memberi isyarat ke arah sana,” tutup Hendrajit.
Artikel Terkait
Ibu di Deli Serdang Terancam Pidana Usai Rekayasa Laporan Begal untuk Lepas dari Cicilan
Akademisi dan Praktisi Hukum Laporkan Hakim Konstitusi Adies Kadir ke MKMK
Ma.ja Watch, dari Kecintaan pada Kayu dan Budaya ke Panggung Internasional
Komisi Yudisial Dukung KPK Usut Korupsi Hakim PN Depok