Gaslighting dalam Pernikahan: 10 Tanda, Cara Mengatasi, dan Pemulihan

- Rabu, 05 November 2025 | 20:00 WIB
Gaslighting dalam Pernikahan: 10 Tanda, Cara Mengatasi, dan Pemulihan

Gaslighting dalam Pernikahan: Cara Mengatasi dan Memulihkan Diri

Gaslighting dalam pernikahan merupakan bentuk manipulasi emosional yang halus namun sangat berbahaya. Korban gaslighting sering kali kehilangan kepercayaan diri, meragukan persepsi sendiri, dan akhirnya bergantung sepenuhnya pada pasangan yang menjadi pelaku manipulasi.

Mengenal Tanda-Tanda Gaslighting dalam Pernikahan

Gaslighting dalam hubungan pernikahan dapat menghancurkan komunikasi, keintiman, dan kesehatan mental pasangan. Pelaku gaslighting biasanya menggunakan teknik manipulasi seperti membalikkan fakta, memutarbalikkan kata-kata, atau membuat pasangan merasa bersalah atas hal yang tidak dilakukan.

Cara Mengatasi Gaslighting dalam Pernikahan

Menurut para ahli, langkah awal mengatasi gaslighting adalah dengan mengenali pola manipulasi yang digunakan pasangan. Semakin cepat korban menyadari pola ini, semakin mudah menghindari jebakan emosional yang merusak harga diri.

1. Percayai Persepsi dan Perasaan Sendiri

Grady Shumway, LMHC, menekankan bahwa kunci menghadapi gaslighting adalah mempercayai persepsi dan perasaan sendiri. Penting untuk menetapkan batasan tegas kepada pasangan yang melakukan gaslighting.

2. Cari Dukungan Eksternal

Dukungan dari teman, keluarga, atau terapis sangat dibutuhkan agar korban tidak merasa sendirian menghadapi tekanan emosional. Menjaga jarak dari hubungan beracun juga diperlukan untuk memulihkan rasa percaya diri.

3. Lakukan Terapi atau Konseling

Terapi berperan besar dalam membantu korban gaslighting. Terapis profesional dapat menilai situasi secara objektif, membantu mengenali tanda-tanda manipulasi, serta mengajarkan keterampilan menghadapi konflik tanpa kehilangan jati diri.

Langkah Penting Menghadapi Gaslighting

Beberapa langkah krusial dalam menghadapi gaslighting antara lain: waspada terhadap perilaku merendahkan, tidak mengambil manipulasi secara pribadi, dan menghindari memaksa pelaku berubah tanpa bantuan profesional. Memiliki sistem dukungan yang kuat dan menjaga harga diri juga sangat penting.

Melindungi Kesehatan Mental dari Gaslighting

Inti dari menghadapi gaslighting dalam pernikahan adalah melindungi kesehatan mental dan emosional. Dengan menegakkan batas tegas, mempercayai realitas diri sendiri, dan menolak perilaku manipulatif, seseorang dapat kembali menemukan kekuatan dan harga dirinya.

Jika diperlukan, menjauh dari hubungan beracun menjadi langkah terbaik untuk menjaga kewarasan dan kesejahteraan batin. Meskipun gaslighting dalam pernikahan bisa menghancurkan, dengan kesadaran dan tindakan tegas, seseorang dapat bangkit, memulihkan jati diri, dan memulai kehidupan yang lebih sehat secara emosional.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar