Kisah Haru Seorang Ibu: Di Talak Suami, Tetap Gigih Bayar SPP Pesantren Anak
Ditulis oleh: Ustadz Wahab Rajasam (Pengasuh Pesantren Al-Andalus Ulul Albaab Sukabumi)
Sebuah kisah nyata tentang keteguhan hati seorang ibu. Dengan semangat tinggi, ia mendaftarkan anaknya ke sebuah pesantren. Setelah dinyatakan lulus tes, ia segera membayar uang pangkal. Namun, keputusan ini justru menjadi awal ujian besar dalam hidupnya.
Suaminya marah besar saat mengetahui anak mereka akan mondok. Alasannya, biaya pesantren dinilai terlalu berat. Pertengkaran hebat pun terjadi, yang berujung pada talak untuk sang ibu. Ekonomi keluarga menjadi sangat sulit setelah ia ditinggalkan suami.
Dengan beban yang berat, sang ibu menghubungi pengurus pesantren. Ia memohon keringanan biaya SPP. Untuk menghidupi diri dan anaknya, ia bekerja sebagai tukang pijat (khusus wanita), tukang cuci, dan pekerjaan halal lainnya. Yang luar biasa, semangatnya untuk memondokkan anaknya tak pernah pudar.
Pengasuh pesantren pun tersentuh. Rasa malu muncul karena tidak membantu lebih awal. Sang ibu pun bersikukuh untuk tetap membayar, meski meminta keringanan. Ia tidak mau digratiskan.
Artikel Terkait
Harga Kedelai Impor Melonjak, Perajin Tempe Jember Pangkas Produksi dan Tenaga Kerja
Tiga Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pria di Sukabumi Diringkus di Banten
Pendaftaran Polri 2026 di NTT Ramai, 3.660 Calon Ikuti Seleksi Ketat
Bayi Perempuan Ditemukan Tewas dalam Plastik, Pesan Tolong Dimakamkan Anakku Syalwa Tertempel