Jaksa Militer Israel Mayjen Yifat Tomer-Yerushalmi Ditangkap Usai Sebarkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina

- Selasa, 04 November 2025 | 01:06 WIB
Jaksa Militer Israel Mayjen Yifat Tomer-Yerushalmi Ditangkap Usai Sebarkan Video Penyiksaan Tahanan Palestina

Jaksa Militer Israel Mayjen Yifat Tomer-Yerushalmi Ditangkap Terkait Video Penyiksaan Palestina

Mayjen Yifat Tomer-Yerushalmi, Jaksa Militer Utama Pasukan Pertahanan Israel (IDF), ditangkap setelah diduga terlibat dalam penyebaran video penyiksaan terhadap warga Palestina oleh tentara Israel. Kejadian ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan militer Israel dalam penanganan tahanan Palestina.

Pengunduran Diri dan Tanggung Jawab

Sebelum penangkapan, Mayjen Yifat telah mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam pernyataan resminya, ia mengaku bertanggung jawab penuh atas kebocoran video penyiksaan tersebut. Pengunduran diri ini terjadi menyusul penyelidikan pidana yang diluncurkan pekan lalu terkait kasus kebocoran materi sensitif.

Hilang dan Ditemukan Kembali

Kasus ini semakin berkembang ketika jenderal tersebut dilaporkan hilang. Kepolisian Israel melakukan operasi pencarian intensif selama berjam-jam di sebuah pantai di utara Tel Aviv. Akhirnya, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa Tomer-Yerushalmi telah ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat, namun langsung dibawa ke tempat penahanan.

Pemberhentian dan Larangan Jabatan

Menyusul penyelidikan, Jenderal Tomer-Yerushalmi diberhentikan sementara dari tugasnya. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara tegas menyatakan bahwa sang jenderal tidak akan diizinkan kembali ke jabatannya, menegaskan keseriusan kasus ini.

Motif Penyebaran Video

Dalam surat pengunduran dirinya, Tomer-Yerushalmi mengungkapkan alasan dibalik penyebaran video penyiksaan tersebut. Ia mengklaim tindakannya dilakukan untuk melawan propaganda palsu terhadap otoritas penegakan hukum militer. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa penyebaran video merupakan respons terhadap klaim dari tokoh politik sayap kanan Israel yang meragukan keaslian tuduhan penyiksaan terhadap tahanan Palestina.

Jenderal tersebut menekankan pentingnya penyelidikan setiap kali ada kecurigaan yang masuk akal mengenai tindakan kekerasan terhadap tahanan. Pernyataan ini menyoroti prosedur standar yang harus diikuti militer Israel dalam menangani dugaan pelanggaran HAM.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar