MURIANETWORK.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mengukuhkan kepengurusan barunya untuk periode 2025-2030 dalam sebuah acara yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2/2025). Momentum pengukuhan ini diwarnai dengan munajat dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, yang digelar sebagai respons atas berbagai ujian kebangsaan, termasuk serangkaian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Air.
Menguatkan Peran di Tengah Ujian Bangsa
Acara pengukuhan dan ta'aruf tersebut bukan sekadar seremoni kelembagaan belaka. Ia hadir di tengah situasi bangsa yang sedang diuji, antara lain oleh bencana banjir, tanah longsor, dan berbagai fenomena hidrometeorologi lain yang dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat. Dalam konteks ini, agenda tersebut diangkat menjadi sebuah ikhtiar spiritual sekaligus kebangsaan untuk memperteguh ketahanan dan kepedulian sosial.
Dengan demikian, pengambilan sumpah para pengurus baru ini dimaknai sebagai peneguhan amanah yang lebih berat. Tugas mereka tidak hanya terbatas pada urusan keagamaan, tetapi juga merespons dinamika sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan yang terus berkembang dengan cepat.
Rumah Besar Kebersamaan Ulama
Momentum ini kembali menegaskan posisi sentral MUI sebagai wadah pemersatu para ulama dari berbagai organisasi dan latar belakang. Visinya jelas: menjaga agama, menguatkan umat, dan merawat harmoni dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat inilah yang menjadi fondasi bagi upaya-upaya konkret ke depan.
Sejalan dengan itu, kolaborasi yang erat antara para ulama, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat dinilai sebagai kunci penting. Sinergi ini dibutuhkan, bukan hanya untuk menghadapi tantangan kebangsaan secara umum, tetapi secara khusus dalam hal penanganan bencana dan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
Ajakan Berkontribusi Melalui Simbol Kebersamaan
Sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi publik, masyarakat diajak untuk turut menyemarakkan tema kegiatan. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan Twibbon Resmi MUI yang telah disediakan. Twibbon ini dimaksudkan sebagai simbol dukungan dan kebersamaan masyarakat terhadap peran para ulama.
"Twibbon Resmi MUI dapat diakses melalui tautan yang tersedia," ungkap pihak penyelenggara, menegaskan bahwa ini adalah bentuk partisipasi simbolis yang terbuka bagi semua pihak.
Harapannya, melalui ikhtiar yang meliputi doa, empati, dan aksi nyata, sinergi antara ulama, umara, dan umat dapat semakin diperkuat. Tujuannya adalah membangun ketangguhan kolektif untuk Indonesia yang lebih selamat, kuat, dan bermartabat di masa depan.
Artikel Terkait
Dua Laga Krusial Wajib Dimenangkan Borneo dan Persebaya di BRI Super League
Israel Serang Gedung di Gaza, Klaim Fasilitas Militer Hamas
Prabowo Apresiasi MUI sebagai Pilar Stabilitas dan Kerukunan Bangsa
Taksi Listrik Tabrak Separator Busway di Ragunan, Diduga Sopir Mengantuk