Projo Hapus Wajah Jokowi: Analisis Perubahan Arah dan Konflik Politik
Perkembangan politik terbaru mencatat, Budi Arie, Menteri yang sebelumnya dekat dengan Jokowi, memberikan dua 'pukulan' politik. Ia membantah bahwa singkatan Projo adalah 'Pro Jokowi' dan secara resmi menghapus wajah Jokowi dari logo organisasi tersebut.
Hubungan dekat antara Jokowi dan Budi Arie selama ini merupakan rahasia umum. Projo menjadi salah satu pilar pendukung utama Jokowi. Sebagai timbal baliknya, karier Budi Arie melesat dari Wakil Menteri menjadi Menteri, bahkan sempat bertahan di kabinet Prabowo sebelum akhirnya diberhentikan.
Namun, dinamika politik berubah drastis ketika kekuasaan Jokowi mulai memudar. Meski masih aktif melakukan berbagai manuver politik, posisinya tidak lagi sekuat dulu. Dalam situasi inilah, Projo dan Budi Arie meluncurkan 'rudal' politik dengan mendeklarasikan perubahan identitas dan arah dukungan mereka, termasuk kemungkinan bergabung dengan Partai Gerindra, bukan Partai PSI yang selama ini dikaitkan dengan Jokowi.
Mengapa Pengkhianatan Politik Ini Terjadi?
Keberanian Budi Arie untuk mengambil langkah ini diduga kuat terkait dengan memudarnya kekuasaan Jokowi. Dalam dunia politik, loyalitas seringkali mengikuti arah angin kekuasaan. Jokowi kini hanya mengandalkan sisa-sisa 'hutang budi' dari orang-orang yang pernah ia lantik ke posisi strategis.
Namun, fenomena ini juga tidak terlepas dari rekam jejak politik Jokowi sendiri. Banyak pengamat yang menilai bahwa apa yang dilakukan Budi Arie tidak lebih dari cerminan dari praktik politik yang pernah diterapkan Jokowi terhadap Megawati dan PDIP.
Jokowi mendapatkan tiket politik dari PDIP sebanyak lima kali untuk berbagai pencalonan, ditambah dua tiket untuk anak dan menantunya, total tujuh kali. Balasan dari semua fasilitas politik itu justru dianggap sebagai bentuk pengkhianatan oleh banyak pihak di internal PDIP.
Kini, Jokowi mungkin akan merasakan sendiri buah dari praktik politik yang pernah ia jalankan. Dinamika kekuasaan terus berputar, dan pengkhianatan politik menjadi bagian yang tak terpisahkan dari permainan kekuasaan di Indonesia.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala Asia untuk Pertama Kali Usai Kalahkan Jepang
DPR Gelar Fit and Proper Test untuk Calon Anggota Pengganti BP LPS
Abdul Hayat Gani Pimpin Perindo Sulsel, Komitmen Tinggalkan Kepemimpinan Transaksional
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba