Krisis Air Bersih di Kalideres: Warga Kampung Apung Bergantung Air Pikul

- Minggu, 02 November 2025 | 09:36 WIB
Krisis Air Bersih di Kalideres: Warga Kampung Apung Bergantung Air Pikul

Krisis Air Bersih di Kampung Apung Kalideres: Warga Bergantung pada Air Pikul

Warga Kampung Apung, Kapuk Teko, Kalideres, Jakarta Barat masih menghadapi krisis air bersih yang berkepanjangan. Kondisi ini memaksa masyarakat setempat bergantung pada air sumur yang keruh untuk kebutuhan mandi dan mencuci, serta membeli air pikul untuk konsumsi minum dan memasak.

Kondisi Air Sumur yang Mengkhawatirkan di Kalideres

Air sumur yang menjadi andalan warga Kampung Apung diketahui berwarna keruh, berbau tidak sedap, dan meninggalkan noda karat pada fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Sanitasi yang buruk ini menjadi masalah serius yang dihadapi masyarakat setiap hari.

Beban Ekonomi Akibat Membeli Air Bersih

Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, warga harus membeli air pikul dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per pikul. Setiap keluarga menghabiskan 2-5 pikul air per minggu, menjadi beban finansial tambahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di daerah ini.

Respon Pemerintah DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan telah menerima laporan mengenai masalah air bersih di Kapuk Teko. Pemerintah telah menginstruksikan Pemkot Jakarta Barat untuk menyalurkan bantuan air bersih dan mempercepat proses pemasangan sambungan air PAM bagi warga terdampak.

Lingkungan Kampung Apung yang Memprihatinkan

Kampung Apung dikenal dengan kondisi lingkungan yang memprihatinkan, dimana sebagian wilayahnya tergenang secara permanen akibat penurunan tanah dan drainase yang buruk. Krisis air bersih menjadi masalah mendesak yang membutuhkan solusi berkelanjutan dari pemerintah daerah.

Bagi warga Kampung Apung Kalideres, akses terhadap air bersih bukan hanya sekadar kebutuhan dasar, tetapi juga harapan yang terus diperjuangkan di tengah keterbatasan infrastruktur dan kondisi lingkungan yang menantang.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar