Krisis Air Bersih di Kampung Apung Kalideres: Warga Bergantung pada Air Pikul
Warga Kampung Apung, Kapuk Teko, Kalideres, Jakarta Barat masih menghadapi krisis air bersih yang berkepanjangan. Kondisi ini memaksa masyarakat setempat bergantung pada air sumur yang keruh untuk kebutuhan mandi dan mencuci, serta membeli air pikul untuk konsumsi minum dan memasak.
Kondisi Air Sumur yang Mengkhawatirkan di Kalideres
Air sumur yang menjadi andalan warga Kampung Apung diketahui berwarna keruh, berbau tidak sedap, dan meninggalkan noda karat pada fasilitas mandi cuci kakus (MCK). Sanitasi yang buruk ini menjadi masalah serius yang dihadapi masyarakat setiap hari.
Beban Ekonomi Akibat Membeli Air Bersih
Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, warga harus membeli air pikul dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 7.000 per pikul. Setiap keluarga menghabiskan 2-5 pikul air per minggu, menjadi beban finansial tambahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di daerah ini.
Artikel Terkait
BPKH Akui Dana Kelolaan Haji 2025 Menyusut Rp 3,33 Triliun
DI Pandjaitan Tergenang 50 Cm, Lalu Lintas Cawang-Kebon Nanas Lumpuh
Gus Baha: Adu Agama Boleh, Asal yang Diadu Agamanya, Bukan Orangnya
Amblesnya Kamar Mandi di Bantaran Sungai, Seorang Ibu Terseret Arus dan Masih Hilang