Pendapatan dan Tantangan Bertani di Bantaran Sungai
Dalam sekali panen, Jahri bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 7-8 juta jika semua petak lahan ditanami. Namun tantangan terbesar datang dari cuaca, terutama banjir yang sering merusak hasil panen. Modal yang dibutuhkan mencapai Rp 1,5 juta untuk pupuk, bibit, dan operasional.
Pemasaran Hasil Pertanian
Hasil panen dijual langsung ke berbagai pasar tradisional seperti Pasar Jati, Pasar Gili, Pintu Air, dan Impres. Setiap kali menjual, ia membawa 200 ikat kangkung, 80 ikat bayam, 300 ikat kemangi, dan 40 ikat kenikir dengan harga Rp 2.000 per ikat.
Harapan di Usia Senja
Meski mengaku lelah dan ingin pensiun, Jahri tetap bertahan karena tanggungan keluarga yang masih banyak. Dengan enam anak, dua di antaranya masih balita, ia terus berjuang menghidupi keluarga dari hasil bertani di bantaran Ciliwung.
Kisah Jahri menjadi inspirasi tentang ketahanan dan kemandirian warga kota dalam menghadapi tantangan ekonomi. Meski hidup sederhana, ia telah membuktikan bahwa lahan terbatas di bantaran sungai masih bisa menjadi sumber penghidupan.
Artikel Terkait
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Pimpinan Sindikat Pencucian Uang yang Masuk Daftar Interpol
Polisi Ungkap Motif Judi Online di Balik Pembunuhan dan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat
Ayah di Batam Diduga Setubuhi Anak Kandungnya Sejak Usia 7 Tahun
Roti Maros, Camilan Manis Khas Sulawesi Selatan dengan Isian Selai Srikaya