Kebangsaan Progresif: Strategi Ibas Hadapi Tantangan Global dengan Inovasi dan Data
Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang akrab disapa Ibas, menekankan bahwa ide kebangsaan harus diwujudkan dalam kebijakan publik yang langsung menyentuh masyarakat. Kebijakan ini, menurutnya, harus memiliki landasan moral, ilmu pengetahuan, serta memanfaatkan kemajuan teknologi.
Pernyataan ini disampaikan Ibas dalam kuliah umum bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia. Acara yang mengusung tema "Kebangsaan Progresif: Membangun Indonesia Melalui Gagasan dalam Menghadapi Tantangan Global" ini digelar di Institute for Advancement of Science Technology & Humanity (IASTH) UI, Kampus Salemba, Jakarta.
Tantangan Global yang Dihadapi Indonesia
Ibas menyoroti bahwa dunia telah berubah dengan peta tantangan yang semakin kompleks. Beberapa isu krusial yang dihadapi antara lain krisis energi, pangan, dan iklim, disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan, serta menguatnya polarisasi sosial dan krisis kepercayaan.
"Hari ini semua melihat bagaimana disinformasi dan distrust terjadi antara negara, rakyat, dan pemimpin. Masyarakat dibanjiri berita positif dan negatif, namun tidak sedikit pula yang menimbulkan ketidakpercayaan publik kepada pemimpin," ungkap Ibas.
Artikel Terkait
China Perketat Patroli di Scarborough Shoal, Tanggapi Latihan Militer AS-Filipina
Tragedi di Gumuk Pasir: Pria Jakarta Tewas dengan Luka Misterius, Dua Tersangka Ditahan
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika