Janji Menteri ESDM Bahlil: Listrik 24 Jam di Sulut Terwujud Sebelum 2026

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 05:00 WIB
Janji Menteri ESDM Bahlil: Listrik 24 Jam di Sulut Terwujud Sebelum 2026
Janji Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Kebutuhan Listrik Sulut Terpenuhi Sebelum 2026

Janji Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Kebutuhan Listrik Sulut Terpenuhi Sebelum 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan janji penting bagi masyarakat Sulawesi Utara (Sulut). Beliau menjanjikan bahwa kebutuhan listrik di wilayah tersebut akan dapat terpenuhi sebelum akhir tahun 2026.

Janji ini disampaikan langsung oleh Bahlil usai meresmikan bantuan listrik di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam pernyataannya, Bahlil menekankan bahwa ini bukan sekadar masalah ketenagalistrikan, tetapi juga menyangkut kedaulatan negara, terutama untuk daerah yang berbatasan dengan negara lain.

Angin Segar bagi Warga Sulawesi Utara

Pernyataan Menteri Bahlil ini menjadi angin segar bagi banyak warga Sulut. Pasalnya, hingga saat ini, belum semua daerah di provinsi itu menikmati pasokan listrik yang memadai dan stabil. Padahal, ketersediaan listrik merupakan tulang punggung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kisah Nyata: Kelangkaan Listrik di Kepulauan Sangihe

Kondisi sulitnya akses listrik diungkapkan oleh Kandar, seorang warga Desa Para Lelle di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Menurutnya, desanya hanya mendapatkan pasokan listrik selama empat jam setiap hari, yaitu dari pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.

Kandar menyambut baik janji pemerintah tersebut. Sebagai nelayan, ia dan masyarakat setempat sangat membutuhkan listrik untuk mengoperasikan mesin pendingin guna menyimpan hasil tangkapan ikan. Pemenuhan listrik dinilai akan langsung berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan.

Dampak Luas Kelangkaan Listrik: Pendidikan dan Kesehatan

Kandar juga menjelaskan bahwa dampak keterbatasan listrik jauh lebih luas, tidak hanya pada sektor ekonomi. Sektor pendidikan dan kesehatan juga turut terkena imbas.

Ia menceritakan bagaimana para siswa di desanya mengalami kesulitan untuk mengikuti pembelajaran daring karena jaringan internet hanya aktif ketika listrik menyala pada sore hari. Bahkan, untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sekolah terpaksa memindahkan lokasi ujian ke pulau seberang, Nitu, yang sudah memiliki jaringan 4G.

Harapan Warga untuk Listrik 24 Jam

Harapan Kandar dan warga Sulut lainnya sederhana namun krusial: mereka berharap janji pemerintah untuk memenuhi pasokan listrik dapat terealisasi tepat waktu. Mereka mendambakan listrik yang menyala 24 jam penuh, bukan hanya empat jam seperti kondisi saat ini.

Dengan pasokan listrik yang stabil, warga yakin dapat menemukan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup, baik melalui pengelolaan hasil perikanan yang lebih baik maupun melalui akses pendidikan yang lebih lancar untuk anak-anak mereka.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar