Operasi Polisi Terbesar di Rio de Janeiro Tewaskan 60 Anggota Geng Narkoba
Rio de Janeiro menjadi medan perang setelah kepolisian Brasil melancarkan operasi bersenjata terbesar dalam sejarah negara bagian tersebut. Sebanyak 2.500 personel polisi bersenjata lengkap dikerahkan untuk membasmi pengedar narkoba di kawasan permukiman kumuh (favela) sebelah utara kota.
Kekuatan Militer dan Korban Tewas dalam Operasi
Operasi polisi di Rio de Janeiro melibatkan kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone. Gubernur Rio de Janeiro Claudio Castro mengonfirmasi 60 anggota geng narkoba tewas dalam penggerebekan ini, sementara empat anggota kepolisian juga gugur. Sebanyak 81 orang berhasil ditangkap dalam operasi yang menargetkan geng Red Command.
Dampak Operasi terhadap Warga dan Infrastruktur
Situasi di Rio de Janeiro berubah mencekam selama operasi berlangsung. Warga melaporkan letupan senjata terdengar hingga sekitar bandara dan api terlihat di berbagai titik. Media sosial menunjukkan video api dan asap mengepul dari favela. Sebanyak 46 sekolah dan kelas malam di Federal University of Rio de Janeiro terpaksa ditutup, dengan mahasiswa diminta mencari tempat berlindung.
Pasca Operasi: 40 Mayat Ditemukan di Jalanan
Pada hari Rabu (29/10), lebih dari 40 mayat terlihat tergeletak di jalanan kawasan kumuh Rio de Janeiro. Warga setempat mengaku sengaja membawa jenazah ke jalan untuk mencari kerabat yang hilang selama penggerebekan. Belum dapat dipastikan apakah korban ini termasuk dalam 60 angka kematian yang sebelumnya dilaporkan.
Latar Belakang Operasi Menjelang KTT COP30
Operasi polisi besar-besaran ini dilakukan menjelang pelaksanaan KTT COP30 yang akan diadakan di Brasil pada 10-21 November 2025. Pertemuan perubahan iklim tersebut dijadwalkan dihadiri oleh sejumlah pemimpin negara, selebriti, dan atlet ternama dunia.
Pengamanan dan Bukti Keberhasilan Operasi
Polisi berhasil mengamankan 93 senjata api dan lebih dari setengah ton narkoba dalam operasi ini. Kendati demikian, geng narkoba diketahui membalas serangan dengan menggunakan drone, memaksa warga menutup bisnis dan mencari tempat perlindungan.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Suami di Mojokerto yang Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas, Pelaku Ditangkap di Surabaya
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan