Myanmar Bukan Negara Tujuan Resmi Pekerja Migran Indonesia, Peringatan Keras dari Menteri P2MI
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, secara tegas menyatakan bahwa Myanmar bukan termasuk negara tujuan penempatan resmi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pernyataan ini disampaikan menanggapi kasus 26 WNI yang terlibat dalam markas online scam di Myawaddy, Myanmar, yang berhasil digerebek dalam operasi militer.
Penyelamatan 26 PMI dari Myanmar ke Thailand
Kondisi Myanmar yang sedang dilanda operasi militer memaksa 26 PMI yang terlibat aktivitas online scam untuk melarikan diri ke Thailand. "Karena ada operasi militer di Myanmar, yang kerja sebagai scammer akhirnya lari ke Thailand," jelas Mukhtarudin dalam keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta.
Proses penanganan dan pemulangan korban telah dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Luar Negeri, KBRI setempat, dan BP2MI yang mendukung Satgas TPPO. "Prinsipnya mereka yang berangkat secara ilegal, kita pulangkan. Enggak mau pulang, ya kita paksa pulang," tegas Mukhtarudin.
Peringatan Keras untuk Masyarakat
Menteri P2MI mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja di luar negeri, khususnya di negara yang tidak termasuk dalam daftar resmi penempatan PMI. Masyarakat dapat memverifikasi keabsahan penempatan kerja melalui SISKOP2MI (Sistem Komputerisasi untuk Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia).
"Di SISKOP2MI ada jelas negara mana yang menjadi negara penempatan, perusahaan penyalurnya, dan semua data tersedia," tambah Mukhtarudin.
Fakta Markas Online Scam di Myanmar
Markas online scam di KK Park, Myawaddy, Myanmar yang digerebek militer menangkap lebih dari 2.000 orang dari berbagai negara. Kompleks tersebut digunakan sindikat kriminal internasional untuk aktivitas ilegal termasuk perjudian, pencucian uang, love scamming, dan penipuan investasi daring.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Indonesia, dari 300 WNA yang melarikan diri dari lokasi tersebut, 75 di antaranya merupakan WNI. Sebanyak 26 WNI telah berhasil dipulangkan dan tiba di Indonesia setelah diamankan di perbatasan Thailand-Myanmar.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Polda NTT Bongkar 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Negara Rugi Rp10,16 Miliar