BP2MI & DKI Jakarta Bongkar Strategi Baru: Pekerja Migran Akan Dikirim ke Negara Maju!

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:35 WIB
BP2MI & DKI Jakarta Bongkar Strategi Baru: Pekerja Migran Akan Dikirim ke Negara Maju!

Sinergi Pemerintah: BP2MI dan DKI Jakarta Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melakukan pertemuan strategis dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta. Pertemuan ini membahas kerja sama perlindungan pekerja migran asal Jakarta dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk kolaborasi pemberdayaan.

MoU Strategis untuk Pemberdayaan Pekerja Migran

Mukhtarudin menegaskan bahwa penanganan masalah pekerja migran Indonesia memerlukan pendekatan multisektor dari hulu hingga hilir. Sebagai tindak lanjut, BP2MI menandatangani MoU dengan Pemprov DKI Jakarta yang fokus pada sinergi dan kolaborasi pemberdayaan.

Ruang lingkup MoU mencakup berbagai aspek penting, termasuk:

  • Peningkatan kapasitas dan keterampilan pekerja migran
  • Promosi penempatan kerja yang aman
  • Perubahan paradigma dari low skill menjadi medium-high skill

Transformasi Menuju Pekerja Migran Berketerampilan Tinggi

Mukhtarudin menjelaskan bahwa permintaan pasar kerja internasional telah mengalami pergeseran signifikan. Kini, kebutuhan tidak hanya terbatas pada pekerja domestik, tetapi telah merambah ke sektor pekerja terampil level menengah dan tinggi.

Kolaborasi dengan DKI Jakarta yang memiliki fasilitas lengkap untuk peningkatan kapasitas SDM diharapkan dapat menciptakan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing global.

Target Penempatan di Negara Maju

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan komitmen Pemprov Jakarta untuk menempatkan pekerja migran asal Ibu Kota di negara-negara maju dengan posisi yang lebih profesional.

Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain:

  • Welder (pekerja las)
  • Hospitality (perhotelan)
  • Dan sektor profesional lainnya

Ekspansi Pasar Kerja Internasional

Jakarta menargetkan perluasan penempatan pekerja migran ke berbagai negara tujuan potensial, termasuk:

  • Korea Selatan dan Jepang
  • Negara-negara Eropa Barat dan Eropa Timur
  • Tiongkok dan Kawasan Timur Tengah

Kerja sama yang diperkuat antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kuantitas, tetapi terutama kualitas pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran dari hulu hingga hilir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar