Saksi Mata dan Evakuasi Jenazah
Dua rekan korban yang berada sekitar 1 kilometer dari lokasi mendengar suara petir yang sangat keras dan melihat kilat menyambar tanah. Mereka segera bergegas ke arah suara dan menemukan Imam Sholihin sudah tergeletak tak bernyawa.
Dengan bantuan warga sekitar, jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan tandu pemakaman menuju rumah duka di Desa Kablukan. Suasana duka pun menyelimuti desa tersebut.
Konfirmasi Polisi Terkait Kematian Petani
Kepolisian Sektor (Polsek) Bangilan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto, mengonfirmasi bahwa penyebab kematian Imam Sholihin adalah akibat sambaran petir.
Berdasarkan keterangan resmi, kejadian berlangsung sekitar pukul 13.45 WIB. Korban yang sedang berjalan pulang menyusuri pematang sawah sejauh 1,5 kilometer, tiba-tiba disambar petir di lokasi antara sawah milik Supri dan Mani.
Artikel Terkait
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus