Indonesia Menuju Pusat Herbal Dunia: Dukungan WHO untuk Inovasi Lokal Bintang Toedjoe
Kebun jahe merah di Cikarang, Jawa Barat menjadi saksi bisu perkembangan industri herbal Indonesia yang kini menarik perhatian dunia. Pada 20 Oktober 2025, delegasi International Regulatory Cooperation for Herbal Medicines (WHO-IRCH) yang dipimpin Dr. Kim Sungchol mengunjungi pabrik PT Bintang Toedjoe untuk menyaksikan langsung transformasi warisan nenek moyang Indonesia menjadi produk herbal berkelas global.
Dari Alam Menuju Sains: Inovasi Herbal Modern
PT Bintang Toedjoe, perusahaan yang telah berdiri sejak 1946, membuktikan bahwa obat tradisional tak lagi sekadar cerita turun-temurun melainkan hasil riset ilmiah yang memenuhi standar ketat. Dengan filosofi "From Nature to Science", perusahaan ini memadukan kearifan lokal dengan disiplin ilmu farmasi modern.
Irawati Settady, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, menegaskan komitmen kualitas dengan menyatakan seluruh fasilitas telah tersertifikasi CPOBAB, ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001. Dua produk unggulan, Bejo Jahe Merah dan Komix Herbal, menjadi bukti nyata transformasi dari rempah biasa menjadi produk yang diakui dunia.
Ekosistem Herbal yang Berkelanjutan
Yang menarik perhatian WHO bukan hanya produk akhir, tetapi ekosistem komprehensif yang dibangun dari hulu ke hilir. Bintang Toedjoe tak hanya memetik hasil, tetapi juga memberdayakan petani lokal melalui pembinaan, ilmu perbenihan, budidaya, hingga pascapanen.
Apt. Mohamad Kashuri, S.Si., M.Farm., Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, mengapresiasi terobosan ini. "Kami menyampaikan apresiasi yang tulus kepada PT Bintang Toedjoe atas terobosan dalam membangun ekosistem jahe merah yang komprehensif," ujarnya.
Pengakuan WHO untuk Herbal Indonesia
Dr. Kim Sungchol, Kepala WHO-IRCH, memandang langkah Bintang Toedjoe sebagai contoh ideal bagaimana industri herbal dapat berkontribusi bagi kesehatan global. "WHO-IRCH berperan sebagai platform global untuk memperkuat kolaborasi dan konvergensi regulasi di bidang obat herbal," jelasnya.
Dalam pandangannya, apa yang dilakukan Bintang Toedjoe sejalan dengan konsep "Local Wisdom for Global Health". Kearifan lokal Indonesia, seperti jahe merah, memiliki potensi strategis untuk menjawab tantangan kesehatan global.
Komitmen untuk Masa Depan Herbal Indonesia
Fanny Kurniati, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, menyatakan komitmen perusahaan untuk menjaga standar tertinggi dalam regulasi, mutu, dan inovasi berkelanjutan. Dengan dukungan Kalbe Group yang memiliki 14 fasilitas produksi berstandar internasional dan lebih dari 16.000 karyawan, Bintang Toedjoe memiliki pondasi kuat untuk melangkah lebih jauh di panggung global.
Sinergi antara pemerintah, industri, lembaga penelitian, akademisi, dan organisasi internasional seperti WHO menjadi kunci menuju masa depan kesehatan yang lebih baik dan posisi Indonesia sebagai pusat herbal dunia.
Artikel Terkait
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1