Maxwell Minta Maaf Usai Gagal Penalti, Persija Cuma Raih Satu Poin Lawan Dewa United

- Rabu, 18 Maret 2026 | 10:00 WIB
Maxwell Minta Maaf Usai Gagal Penalti, Persija Cuma Raih Satu Poin Lawan Dewa United

Jakarta - Suasana di Jakarta International Stadium (JIS) Sabtu malam itu berubah begitu cepat. Dari gegap gempita, berubah jadi senyap penuh kekecewaan. Persija harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Dewa United, sebuah hasil yang bagi banyak pihak terasa seperti kekalahan.

Tanggung jawab atas poin yang tercecer itu, diakui, ada di pundak seluruh elemen tim. Rasa kecewa dan penyesalan itu nyata. Mereka tahu, peluang untuk meraih kemenangan di kandang sendiri sudah di depan mata, tapi akhirnya menguap begitu saja.

Di tengah kerumunan itu, perasaan Emaxwell Souza mungkin yang paling campur aduk. Penyerang asing Persija itu sempat menjadi pahlawan dengan mencetak gol di masa injury time babak pertama. Sorak-sorai Jakmania membahana, seolah kemenangan sudah di tangan.

Namun, nasib berkata lain.

Di pengujung laga, giliran Maxwell yang mendapat kesempatan emas dari titik putih. Sayang, tendangan penaltinya gagal menemui sasaran. Seandainya bola itu masuk, skor 2-1 bisa saja mengunci tiga poin untuk Macan Kemayoran. Tapi sepak bola memang sering tak sejalan dengan harapan.

"Sepak bola terkadang bisa menghadirkan kegembiraan dan kesedihan dalam pertandingan yang sama, itu terjadi padaku," ujar Maxwell, mencoba merangkai perasaannya.
"Kesalahan seharusnya menjadi pelajaran untuk perjalanan panjang di depan. Pikiranku kuat. Aku akan bangkit. Mimpi tetap hidup, harapan belum mati."

Tak lupa, ia menyampaikan permintaan maaf. Suaranya terdengar tulus.

"Saya bertanggung jawab penuh atas hasil imbang hari ini dan meminta maaf kepada rekan-rekan setim serta para penggemar atas kegagalan penalti tersebut. Perjuangan kami berlanjut."

Di sisi lain, manajemen Persija berusaha melihat masalah ini secara lebih luas. Mereka engkau menyederhanakan cerita panjang 90 menit itu hanya menjadi satu momen gagal penalti. Sepak bola adalah soal dinamika, kerja keras tim, dan performa kolektif. Hasil imbang itu adalah akumulasi dari semua yang terjadi di lapangan, bukan semata-mata karena satu tendangan yang meleset.

Meski begitu, rasa getir itu pasti masih ada. Bagi Maxwell, bagi rekan-rekannya, dan tentu saja bagi ribuan Jakmania yang memadati tribune JIS. Laga itu telah usai, tapi pelajaran dan tekad untuk bangkit jelas masih tersisa. Perjalanan musim masih panjang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler