Yahya Sinwar menghadapi pilihan sulit: bekerja sama dengan Zionis untuk membuka pintu kekayaan dan jabatan, seperti yang dilakukan Mahmud Abbas dan lainnya, atau menolak kompromi demi perjuangan. Dia memilih jalan yang jarang dilalui, menempatkan kesenangan dunia di bawah kakinya dan mengangkat semboyan "menang atau mati syahid".
Seorang teman dekat dari Gaza yang mengenal Yahya Sinwar dengan baik, bahkan sering menampungnya, memberikan kesaksian yang dalam: "Wallahi, kami memperhitungkannya di sisi Allah sebagai seorang Wali".
-Saief Alemdar-
Artikel Terkait
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali
Dua Pemudik Motor Terluka dalam Kecelakaan di Jalur Padat Cirebon