Trump Tegaskan AS Tidak Akan Kirim Pasukan ke Gaza untuk Hadapi Hamas
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menyatakan bahwa negaranya tidak akan mengerahkan pasukan militer ke Jalur Gaza dengan tujuan melucuti senjata kelompok pejuang Hamas.
Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara eksklusif di acara Sunday Morning Futures yang disiarkan oleh Fox News, pada hari Ahad. "Kami tidak akan mengerahkan pasukan ke lapangan [Gaza]. Tak ada alasan untuk itu," ujarnya dengan tegas.
Opsi Pelucutan Senjata oleh Proksi atau Israel
Meski menolak mengirim pasukan langsung, Trump menyebutkan bahwa pelucutan senjata Hamas tetap bisa dilakukan. Menurutnya, operasi tersebut dapat dilaksanakan oleh "proksi" atau oleh Israel sendiri, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.
Ketika ditanya mengenai keyakinannya bahwa Hamas akan benar-benar menyerahkan senjatanya, Trump mengklaim bahwa kelompok tersebut telah menyetujui hal tersebut. Dia juga memberikan peringatan keras. "Mereka mengatakan akan [melakukan itu]... jika terpaksa, kami akan melucuti senjata mereka," tegas Trump. "Entah itu saya, AS, atau proksinya, bisa saja Israel, dengan dukungan kami. Kami tidak akan mengerahkan pasukan ke lapangan [Gaza]."
Latar Belakang Kesepakatan Gencatan Senjata
Pernyataan Presiden Trump ini muncul setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera antara Israel dan Hamas pekan sebelumnya. Kesepakatan ini didasarkan pada rencana perdamaian yang diajukan oleh Trump sendiri.
Rencana perdamaian tersebut terbagi dalam beberapa fase. Fase pertama berfokus pada pertukaran sandera Israel dengan tahanan Palestina. Fase berikutnya akan mencakup proses rekonstruksi Jalur Gaza dan pembentukan sebuah pemerintahan baru di wilayah tersebut, yang tidak melibatkan Hamas.
Korban Jiwa dalam Konflik Gaza
Konflik bersenjata yang kembali memanas di Gaza telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar. Sejak Oktober 2023, otoritas kesehatan setempat di Gaza melaporkan bahwa perang telah menewaskan lebih dari 68.100 orang dan melukai sedikitnya 170.200 lainnya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu