Yayasan Al Muttaqin mengelola tiga jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA) dengan total 2.358 siswa. Setiap sekolah memiliki dapur berukuran 6x6 meter yang telah beroperasi selama seperempat abad. Pengelolaan gizi ditangani oleh dua ahli gizi berpengalaman yang pernah bekerja di rumah sakit.
Ahli gizi Yayasan Al Muttaqin, Siti Rahayu, menekankan pentingnya penyajian makanan segar dengan gizi seimbang. "Setiap hari saya belanja ke pasar agar makanan yang dihidangkan tetap segar," ujarnya. Menu dirancang untuk memenuhi asupan karbohidrat, protein, dan nabati guna mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa.
Kekhawatiran Orang Tua Terhadap Program MBG
Ketua Komite Orang Tua Siswa, Tati Rohimah, mengungkapkan kekhawatiran orang tua terhadap program MBG, terutama menyusul maraknya kasus keracunan MBG di berbagai daerah. Orang tua lebih memilih membayar Rp15.000 untuk makan siang yang dikelola sekolah saat ini daripada mengambil risiko dengan program pemerintah.
"Lebih baik bayar Rp15.000 aman, daripada anak jadi korban," tegas Tati, seraya menyatakan syarat mutlak jika MBG ingin diterapkan adalah harus dikelola oleh dapur sekolah yang sudah terbukti kualitasnya.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi