Beathor Suryadi Bocorkan Data Baru yang Bikin Kasus Ijazah Jokowi Tambah Pelik!

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 04:00 WIB
Beathor Suryadi Bocorkan Data Baru yang Bikin Kasus Ijazah Jokowi Tambah Pelik!

Klaim Baru Beathor Suryadi: Ijazah Jokowi Saat Pilwalkot Solo Milik Dumatno

Politikus senior PDIP Beathor Suryadi kembali mengungkap klaim kontroversial seputar ijazah Presiden Joko Widodo. Dalam ekspos terbarunya, Beathor menyatakan dokumen ijazah yang digunakan Jokowi untuk mendaftar sebagai calon Wali Kota Solo berasal atas nama Dumatno Budi Utomo.

Klaim Ijazah STIE Surakarta atas Nama Dumatno

Beathor Suryadi mengungkapkan dalam program Rakyat Bersuara di iNewsTV bahwa ia memperoleh data baru terkait ijazah Jokowi. Menurut pengakuannya, ijazah yang dipakai Jokowi untuk maju sebagai calon wali kota Solo merupakan ijazah milik Dumatno dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Surakarta.

Jokowi Tidak Pernah Klaim Alumni UGM Saat Wali Kota Solo

Beathor Suryadi juga menegaskan bahwa selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo, Jokowi tidak pernah menyatakan diri sebagai alumni Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, pihak UGM juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengakui Jokowi sebagai alumnus yang menjabat sebagai wali kota.

Penggunaan Gelar Doktorandus Jokowi

Lebih lanjut, Beathor mengklaim bahwa Jokowi menggunakan gelar doktorandus selama menjabat sebagai Wali Kota Solo. Klaim ini disebutkan didukung oleh foto yang beredar di media sosial yang menunjukkan kunjungan Jokowi ke PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dengan penyebutan gelar doktorandus.

Tanggapan dari Peradi Bersatu

Sekretaris Jenderal Peradi Bersatu Ade Darmawan memberikan tanggapan terhadap pernyataan Beathor. Ade menyebutkan bahwa polemik gelar doktorandus Jokowi telah diklarifikasi sebelumnya, dan penempatan gelar tersebut dalam foto kunjungan ke Sritex bukan dilakukan oleh Jokowi sendiri.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar