Seorang pemuda berinisial MAF (27) nekat menusuk korban berinisial G hingga tewas di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang, akibat tersinggung dan sakit hati terhadap ucapan korban melalui sambungan telepon. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (15/6) dini hari di Jalan Lombok, Perumnas 1, Cibodas, dan menggegerkan warga setempat.
Kanit Reskrim Polsek Jatiuwung, Iptu Dimas, mengungkapkan bahwa pelaku mengaku tersinggung dan sakit hati karena korban berkata kasar saat berbicara lewat telepon. Perselisihan bermula ketika MAF mendatangi rumah saksi berinisial P, orang yang memperkenalkan dirinya dengan korban. Awalnya, kedatangan pelaku bertujuan untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi.
Namun, situasi berubah drastis ketika pelaku mengetahui korban juga berada di lokasi. Saat saksi P masuk ke dalam rumah untuk mengambil air minum, pelaku dan korban kembali terlibat cekcok mulut yang memanas. “Di saat saksi masuk ke dalam rumah untuk mengambil air, antara pelaku dan korban kembali cekcok mulut hingga akhirnya terjadi penusukan,” ujar Dimas dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).
Dalam kondisi emosi yang memuncak, MAF yang saat itu membawa pisau langsung menyerang korban. Korban pun tersungkur dan bersimbah darah, tewas di lokasi kejadian akibat luka tusuk yang dideritanya. “Pelaku datang dengan membawa pisau. Awalnya berniat menyelesaikan salah paham, tetapi setibanya di lokasi malah kembali terjadi cekcok yang berujung penusukan,” jelas Dimas. Usai melakukan aksi nekat tersebut, pelaku langsung melarikan diri.
Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat. Mendapat laporan adanya pembunuhan, tim gabungan segera dibentuk untuk memburu pelaku. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan berbagai alat bukti guna mengidentifikasi MAF. Kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diringkus.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, petugas mengetahui keberadaan MAF yang sempat melarikan diri dari kediamannya di kawasan Dasana Indah, Kabupaten Tangerang. “Dari keterangan keluarga, pelaku diduga kabur ke wilayah Bogor untuk menghindari kejaran polisi,” kata Kombes Jauhari, Selasa (16/6). Polisi pun bergerak cepat melakukan pengejaran hingga ke kawasan dekat Istana Bogor, Jawa Barat, dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan berarti.
Artikel Terkait
Militer Israel Siap Bertahan Lama di Lebanon Meski Ada Kesepakatan Damai AS-Iran
Ribuan Warga Jakarta Timur Dukung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo, Minta Koruptor Ditindak
TAUD Desak Polisi Periksa Dua Eks Anggota BAIS yang Terbukti Siram Air Keras ke Aktivis KontraS
Trump Umumkan Kesepakatan Akhiri Konflik dengan Iran, Pembukaan Selat Hormuz Masih Negosiasi