Gideon Levy, penulis Yahudi di Haaretz, mengakui: "Isu Palestina hampir lenyap dari agenda internasional. Jika perjanjian normalisasi dengan Arab Saudi berhasil, Palestina akan seperti suku Indian di Amerika - hanya menjadi catatan sejarah." Namun ia menambahkan, "Perang Gaza mengubah segalanya. Dunia yang sebelumnya diam kini memperhatikan dan mulai memahami penderitaan rakyat tertindas."
Fakta membuktikan bahwa bukan diplomasi yang mengubah narasi global, melainkan pengorbanan para pejuang di medan pertempuran yang menghidupkan kembali perjuangan pembebasan Palestina. Bukan konferensi kosong yang membangkitkan kesadaran dunia, melainkan darah para syuhada dan keteguhan iman yang membangunkan semangat kepahlawanan yang tertidur lama.
Sejarah akan mencatat konflik ini bukan sebagai akhir, melainkan awal dari kebangkitan baru. Beruntunglah mereka yang tetap berpegang pada prinsip perjuangan meski tanpa pengakuan kekuatan global, karena keridhaan Allah lebih berharga dari segala pengakuan manusia.
Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Anfaal ayat 40: "Dan sesungguhnya Allah akan menolong orang-orang yang menolong (agama-Nya); sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa."
Sumber: Portal-Islam.id
Artikel Terkait
Guru SMP di Luwu Utara Berdarah Diduga Dianiaya Siswa
KPK Selidiki Aliran Dana Suap Pajak hingga ke Ditjen Pajak
Amnesty Soroti Langkah Indonesia Bergabung dengan Inisiatif Perdamaian AS
Polda Metro Jaya Minta Maaf, Pedagang Es Gabus Ternyata Tak Bersalah