Rumor pergantian posisi Menteri BUMN Erick Thohir kepada pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Jeffrie Geovanie, diharapkan tak meningkatkan kinerja Kabinet Merah Putih.
Bukan sekadar mengakomidir kepentingan pihak-pihak tertentu.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga berpandangan, Presiden Prabowo Subianto harus hati-hati dalam menentukan komposisi kabinet. Kepala Negara harus mempertimbangkan kapasitas setiap calon pembantunya di kabinet.
“Karena itu, kalaupun Menteri BUMN akan diganti, diharapkan kapasitasnya yang lebih baik dari Erick Thohir,” kata Jamiluddin kepada RMOL, Sabtu, 15 Maret 2025.
Dengan begitu, lanjut Jamiluddin, reshuffle menteri semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kinerja Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo. Bukan untuk mengakomodir kepentingan yang sempit.
“Celakanya, bila reshuffle kabinet hanya untuk mengakomodir kepentingan Jokowi. Ini akan membahayakan posisi Prabowo ke depan, baik jangka pendek maupun menengah dan panjang,” pungkasnya.
Sumber: rmol
Foto: Pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jeffrie Geovanie/Net
Artikel Terkait
Tiga Eks Kapolres Alami Rotasi dalam Mutasi Polri Akhir Februari 2026
IKA Unhas Gelar Buka Puasa Bersama, Amran Sulaiman Diharapkan Jadi Orang ke-2 di RI
Warga Surabaya Berbuka Puasa Pukul 17.52 WIB Hari Ini
Natalius Pigai Desak Bareskrim Terapkan Keadilan Restoratif untuk Kasus Pandji