Polusinya Pelat Nomor Alphard yang Terlibat Keributan dengan Sekuriti MRT Diselidiki

- Jumat, 24 Juli 2026 | 09:48 WIB
Polusinya Pelat Nomor Alphard yang Terlibat Keributan dengan Sekuriti MRT Diselidiki

Polisi masih mendalami dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai pada mobil Toyota Alphard yang terlibat keributan dengan petugas keamanan MRT di Bundaran HI. Kasus ini kini ditangani Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Subdit Gakkum untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran lalu lintas dan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai. “Dan terkait dengan dugaan menggunakan pelat nomor atau nopol yang tidak sesuai, itu juga akan ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas Polda Metro Jaya,” ujarnya, Jumat (24/7).

Braiel menegaskan proses klarifikasi masih berlangsung. “Itu nanti ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Lantas. Diklarifikasi. Karena ada, kan sudah ada proses mediasi, kemudian ada salah satu pihak yang merasa kurang pas atau kurang berkenan, nah ini kita mau klarifikasi, kita undang yang bersangkutan, kita klarifikasi seperti apa sih duduk persoalannya, dan pasti akan kita selesaikan dengan tuntas,” katanya.

Keributan ini mencuat setelah video pengendara Alphard dan petugas keamanan proyek MRT viral di media sosial. Perselisihan dipicu saat mobil melintas menerobos lampu merah penyeberangan di depan Halte Hotel Pullman.

Pengacara petugas keamanan FH, Wiradarma Harefa, menyebut Alphard yang terlibat cekcok diduga menggunakan nomor polisi kendaraan lain, yaitu Daihatsu tahun 2015. “Bahwa setelah polisi melihat viral berita ini dan mengecek kendaraan itu, ternyata kendaraan itu nomor polisi yang mereka pakai bukan peruntukan untuk kendaraan Alphard itu. Setelah dicek kendaraannya berbeda, itu kendaraan merek Daihatsu ya, merek Daihatsu. Aku coba cek ya, tapi ya itu sebenarnya ada atas nama seseorang tapi bukan Alphard, itu adalah Daihatsu warna silver metalik tahun 2015. Nah, ini ini sebenarnya yang sedang ditelusuri oleh kepolisian,” ujarnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags