Polisi Bantah Ada Kekerasan dalam Mediasi Sekuriti MRT dan Pengemudi Alphard

- Jumat, 24 Juli 2026 | 09:30 WIB
Polisi Bantah Ada Kekerasan dalam Mediasi Sekuriti MRT dan Pengemudi Alphard

Polisi memastikan tidak ada tindakan kekerasan dalam mediasi antara petugas keamanan proyek MRT berinisial FH dan pengemudi Toyota Alphard yang videonya viral di media sosial. Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menyatakan hal itu setelah melakukan pengecekan terhadap proses mediasi di Pospol Thamrin.

“Tidak ada. Jadi pada saat proses mediasi tidak ada kekerasan atau pemukulan, tidak ada,” kata Braiel, Jumat (24/7).

Braiel menegaskan polisi masih mengklarifikasi berbagai informasi yang beredar, termasuk pengakuan FH yang menyebut dirinya diminta bersujud saat mediasi. “Jadi kalau ini kami masih mengklarifikasi yang bersangkutan bagaimana prosesnya pada saat itu seperti apa riilnya. Tapi yang jelas untuk proses pada saat itu tidak ada dilakukan atau kekerasan yang dialami oleh yang bersangkutan. Tidak ada pemukulan atau tindakan kekerasan, tidak ada,” ujarnya.

Insiden bermula saat sebuah mobil Alphard menerobos lampu merah penyeberangan di depan Halte Hotel Pullman. Petugas keamanan menegur pengemudi hingga terjadi perselisihan. Keduanya kemudian dimediasi di Pospol Thamrin. Video dan pengakuan FH yang mengaku mendapat intimidasi saat proses penyelesaian perkara pun viral.

Pengacara FH, Wiradarma Harefa, menyebut kliennya merasa sangat ketakutan hingga sujud minta maaf kepada pengemudi Alphard. “FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka,” ujar Wiradarma, Jumat (24/7).

Menurut Wiradarma, setelah insiden di lampu merah pelican crossing, kliennya dibawa ke pos polisi di sekitar Bundaran HI. Di sana, diduga terjadi intimidasi. “Di dalam pos, FH disuruh push up tapi ditolak karena FH belum makan dan baru beberapa hari menjalani operasi, sehingga gak kuat melakukan push up. Namun sebagai ganti di suruh melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan posisi telentang di lantai,” ungkap Wira.

Tak berhenti di situ, tiga orang yang naik mobil Alphard itu juga disebut sempat mengancam akan melaporkan FH ke tempatnya bekerja agar dipecat. “Lalu mereka mengancam melapor di tempat bekerja, biar dipecat, dikatain anjg sampai FH ketakutan luar biasa, dengan terus menerus mengancam, intimidasi FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka,” bebernya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags