Seorang sekuriti berinisial FH yang terlibat cekcok dengan sopir mobil Alphard di dekat Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta, mengalami intimidasi dari tiga orang penumpang mobil tersebut. Pengacara FH, Wiradarma Harefa, mengungkapkan bahwa kliennya diancam akan dilaporkan ke tempat kerjanya hingga dipaksa meminta maaf dengan bersujud.
Menurut Wira, insiden bermula saat FH menegur mobil Alphard yang menerobos lampu merah pelican crossing. Teguran itu memicu cekcok, dan tiga orang turun dari kendaraan. Perdebatan berlanjut hingga mereka membawa FH ke pos polisi di sekitar Bundaran HI. Di dalam pos, FH mengaku sebagai anggota, namun kemudian diminta melakukan push up. FH menolak karena kondisi fisiknya lemah belum makan dan baru beberapa hari menjalani operasi. Sebagai gantinya, ia disuruh melakukan gerakan mengayuh sepeda dengan posisi telentang di lantai.
Tidak berhenti di situ, tiga orang tersebut mengancam akan melaporkan FH ke tempat kerjanya agar dipecat. "Lalu mereka mengancam melapor di tempat bekerja, biar dipecat, dikatain anjg sampai FH ketakutan luar biasa, dengan terus menerus mengancam, intimidasi FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka," beber Wira saat dihubungi, Jumat (24/7).
Polisi Dalami
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, informasi yang beredar masih akan didalami bersamaan dengan penyelidikan atas seluruh rangkaian peristiwa yang viral di media sosial. "Sedang ditelusuri," kata Ojo, Kamis (23/7). Polisi juga akan mengklarifikasi informasi bahwa sekuriti tersebut sempat bersujud minta maaf di Pospol Thamrin sebelum persoalan berakhir damai. "Kita akan klarifikasi," ujarnya.
Artikel Terkait
Polisi Bantah Ada Kekerasan dalam Mediasi Sekuriti MRT dan Pengemudi Alphard
Sekuriti yang Cekcok dengan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Sempat Bersujud Minta Maaf
Mobil Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI, Sopir Cekcok dengan Sekuriti
Rano Karno Pastikan Satpam Tak Dipecat Usai Cekcok dengan Sopir Alphard Penerobos Lampu Merah