Sekuriti yang Cekcok dengan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Sempat Bersujud Minta Maaf

- Jumat, 24 Juli 2026 | 08:42 WIB
Sekuriti yang Cekcok dengan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Sempat Bersujud Minta Maaf

Seorang sekuriti berinisial FH dilaporkan ketakutan hingga bersujud meminta maaf kepada pengemudi mobil Alphard yang sempat terlibat cekcok dengannya di dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat. Pengacara FH, Wiradarma Harefa, mengatakan kliennya mengalami intimidasi setelah insiden di lampu merah pelican crossing.

"FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka," kata Wiradarma saat dihubungi, Jumat (24/7).

Menurut Wiradarma, setelah kejadian, FH dibawa ke pos polisi di sekitar Bundaran HI. Di sana, ia diduga mendapat perlakuan yang tidak semestinya. "Di dalam pos, FH disuruh push up tapi ditolak karena FH belum makan dan baru beberapa hari menjalani operasi, sehingga gak kuat melakukan push up. Namun sebagai ganti disuruh melakukan gerakan seperti mengayuh sepeda dengan posisi telentang di lantai," ungkap Wira.

Tak berhenti di situ, tiga orang yang menumpang Alphard itu juga disebut mengancam akan melaporkan FH ke tempat kerjanya agar dipecat. "Lalu mereka mengancam melapor di tempat bekerja, biar dipecat, dikatain anjg sampai FH ketakutan luar biasa, dengan terus menerus mengancam, intimidasi FH ketakutan luar biasa akhir minta maaf sampai sujud di hadapan mereka," bebernya.

Polisi Dalami

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, informasi yang beredar masih akan didalami bersamaan dengan penyelidikan atas seluruh rangkaian peristiwa yang viral di media sosial. "Sedang ditelusuri," kata Ojo saat dihubungi, Kamis (23/7).

Polisi juga akan mengklarifikasi informasi bahwa sekuriti tersebut sempat bersujud minta maaf di Pospol Thamrin sebelum persoalan berakhir damai. "Kita akan klarifikasi," ujar Ojo.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags