Seorang pemuda berinisial CTR menjadi korban pencurian dengan kekerasan di depan rumahnya di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah. Ia diserang menggunakan celurit hingga mengalami luka di kepala dan telinga, sementara telepon genggamnya dibawa kabur pelaku.
Peristiwa terjadi pada Selasa (21/7/2026) pukul 03.00 WIB. Aksi penyerangan terekam kamera pengawas dan videonya sempat viral di media sosial. Dalam rekaman, korban terlihat berusaha menyelamatkan diri menuju rumahnya. Namun, seorang pelaku mengejar dan menyerangnya dengan senjata tajam hingga korban terjatuh di teras.
Korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri hingga area telinga. Pelaku kemudian kembali mendekati korban dan mengambil telepon genggamnya sebelum melarikan diri.
Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang AKP Johan Widodo mengatakan korban awalnya berjalan sendirian untuk mencari makanan. Dua pelaku kemudian datang berboncengan menggunakan sepeda motor. "Korban sedang berjalan sendirian mencari makanan saat kedua pelaku datang berboncengan motor dan langsung membacoknya serta membawa kabur HP lalu mereka kabur," katanya, Selasa (21/7/2026).
Akibat kejadian tersebut, korban mendapat perawatan medis di RSUP Dr Kariadi Semarang dan menjalani visum. Setelah kondisinya membaik, korban diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Kejadian tersebut dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi. Berbekal rekaman kamera pengawas, petugas mengidentifikasi salah satu terduga pelaku berinisial AWY. Ia ditangkap di kawasan Jalan Petek, Semarang, tanpa perlawanan. "Kami sudah mengamankan pelaku yang sempat viral perkara pencurian dengan kekerasan yang terjadi di daerah Dadapsari," ujarnya.
Polisi menyita barang bukti berupa sebilah celurit, satu telepon genggam milik korban, serta sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menduga penyerangan dilakukan untuk merampas barang milik korban. Penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta rangkaian kejadian. Satu terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Polisi meminta pelaku yang buron segera menyerahkan diri dan mengimbau masyarakat memberikan informasi apabila mengetahui keberadaannya.
Artikel Terkait
Bisnis Properti Masih Cerah, Segmen Rumah Tapak Jadi Primadona
Kemendikdasmen Data SDN Sepi Peminat, Ada yang Hanya Tiga Murid Baru
Usulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi Lapangan
Hanya Tiga Murid Baru, SDN Purwoyoso 01 Semarang Tetap Gelar MPLS Meriah