Bisnis properti masih menunjukkan tren positif, terutama pada segmen rumah tapak atau landed house. Kebutuhan akan hunian dinilai tetap menjadi kebutuhan pokok masyarakat, ditopang oleh sejumlah kebijakan pemerintah yang mendukung daya beli.
“Kebutuhan properti masih menjadi kebutuhan pokok saat ini, ditambah dengan berbagai kebijakan pemerintah, termasuk keberlanjutan intensif seperti PPN ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk kategori tertentu dan ekspektasi suku bunga yang lebih kondusif. Faktor-faktor ini membantu menjaga daya beli masyarakat dan minat terhadap pembelian rumah masih positif,” kata General Manager Candigolf Deny Yudanto, Sabtu (18/7/2026).
Meski demikian, tantangan di sektor properti tidak hanya datang dari persaingan antar-pengembang, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi makro dan mikro. Perubahan suku bunga KPR, inflasi, serta kebijakan pemerintah di sektor properti menjadi faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat.
Deny menyebut, kenaikan suku bunga dapat membuat calon pembeli menunda keputusan pembelian karena cicilan menjadi lebih tinggi. Sementara inflasi meningkatkan biaya pembangunan, sehingga pengembang harus menjaga keseimbangan antara harga jual dan kualitas produk.
“Di sisi lain, perubahan kebijakan terkait insentif maupun pembiayaan properti juga dapat memengaruhi minat pasar dan strategi penjualan,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi mikro, persaingan segmen hunian premium semakin ketat karena banyak pengembang menawarkan konsep dan fasilitas serupa. Konsumen pun makin selektif dengan mempertimbangkan lokasi, kualitas kawasan, fasilitas, reputasi pengembang, hingga potensi investasi jangka panjang sebelum memutuskan membeli.
Menurut Deny, tren ini mendorong hadirnya kawasan residensial yang tidak hanya menawarkan tempat tinggal, tetapi juga pengalaman hidup yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan hunian dengan standar tinggi, PT Graha Perdana Indah (GPI) melalui proyek Candigolf resmi meluncurkan show unit di Cluster Beverly Hills. Langkah ini menandai fase baru dalam pengembangan kawasan Candigolf sekaligus menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan hunian berkualitas dan eksklusif di Kota Semarang.
Candigolf merupakan kawasan hunian skala kota mandiri seluas 500 hektar yang berlokasi di Semarang atas, tepatnya di Jangli. Kawasan ini mengusung konsep "Upward Living".
“Kami percaya konsep ini tidak hanya dapat dicapai dengan memiliki rumah yang indah, namun memiliki lingkungan yang komprehensif, lengkap, dan mendukung juga penting dalam mewujudkan kehidupan yang memuaskan,” kata Deny.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Data SDN Sepi Peminat, Ada yang Hanya Tiga Murid Baru
Usulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi Lapangan
Hanya Tiga Murid Baru, SDN Purwoyoso 01 Semarang Tetap Gelar MPLS Meriah
Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Sekolah Swasta Gratis