Sejumlah sekolah dasar negeri di berbagai daerah hanya kebanjiran sedikit siswa baru pada tahun ajaran ini. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mendata sekolah-sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60 orang.
"Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Mu'ti telah membicarakan masalah ini dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Rapat khusus akan digelar untuk membahas fenomena sepinya peminat SDN. "Secara non formal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut," ujarnya.
Di Pulau Jawa, sederet SDN mengalami kondisi serupa. Ada sekolah yang tetap menyambut siswa dengan meriah, ada pula yang nyaris tanpa murid. Salah satunya SDN Purwoyoso 01 di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hanya tiga murid yang masuk tahun ini.
Ketiganya disambut maskot Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini, Si Badut. Dua siswa dan satu siswi itu tampak bersemangat mengikuti materi MPLS yang diberikan guru maupun melalui layar televisi.
Kepala SDN Purwoyoso 01, Hajar Riatiani, mengungkapkan awalnya ada lima bakal calon siswa yang mendaftar. Namun, dua di antaranya tidak jadi daftar ulang. "Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa," kata Hajar, Senin (13/7).
Artikel Terkait
Sekolah Negeri Sepi Peminat, DPR Minta Pemerintah Tata Ulang Distribusi Satuan Pendidikan
Usulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional Masuk Tahap Verifikasi Lapangan
Hanya Tiga Murid Baru, SDN Purwoyoso 01 Semarang Tetap Gelar MPLS Meriah
Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Sekolah Swasta Gratis