Harga minyak mentah melemah pada perdagangan Kamis (16/7) di tengah aksi ambil untung para pedagang dan kekhawatiran akan gangguan pasokan di Timur Tengah. West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus turun 0,8 persen menjadi 78,95 dolar AS per barel, sementara minyak Brent untuk penyelesaian September terkoreksi 0,9 persen ke 84,23 dolar AS per barel.
Di sisi lain, harga batu bara mencatat penguatan. Batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2026 naik 0,85 persen menjadi 129,85 dolar AS per ton. Kenaikan juga terjadi pada harga minyak kelapa sawit (CPO) yang naik 0,11 persen ke 4.574 ringgit Malaysia per ton.
Harga nikel ikut menguat, tercatat naik 2,08 persen menjadi 17.152 dolar AS per ton di London Metal Exchange (LME). Sementara itu, harga timah juga mengalami kenaikan tipis 0,71 persen dan menetap di 53.156 dolar AS per ton.
Artikel Terkait
Saham Indika Energy Melejit 28% dalam Sepekan Imbas Rencana Divestasi Tambang Batu Bara
Harga Minyak Menguat Tipis di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran
Pemerintah Buka Revisi RKAB 2026, Utamakan Kebutuhan Batu Bara PLN
Harga Minyak Mentah Melonjak Imbas Ketegangan di Selat Hormuz