Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam sebulan pada Selasa (14/7), dipicu kekhawatiran pasokan akibat langkah Presiden AS Donald Trump yang mewajibkan pembayaran kargo di Selat Hormuz. Ketegangan meningkat setelah lebih banyak kapal di jalur air strategis itu menjadi sasaran serangan Iran.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 1,5 persen menjadi USD 79,34 per barel. Sementara itu, minyak Brent untuk penyelesaian September menguat 1,7 persen ke level USD 84,73 per barel.
Di sisi lain, harga batu bara justru melemah. Kontrak batu bara ICE Newcastle untuk Juli 2026 turun 0,78 persen menjadi USD 127,70 per ton.
Harga minyak kelapa sawit (CPO) mencatatkan penguatan. Berdasarkan data perdagangan, CPO naik 0,88 persen menjadi MYR 4.573 per ton.
Adapun harga nikel cenderung stagnan. Di London Metal Exchange (LME), harga nikel hanya turun tipis 0,01 persen ke USD 16.765 per ton.
Sementara itu, harga timah mengalami kenaikan signifikan. Di LME, harga timah melonjak 2,13 persen dan ditutup di level USD 53.813 per ton.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu