Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengakui bahwa persediaan rudal dan amunisi jarak jauh negeri itu tidak mencukupi untuk melancarkan perang habis-habisan melawan Iran. Pengakuan ini muncul di tengah eskalasi serangan udara AS yang telah berlangsung sembilan hari berturut-turut terhadap target-target militer Iran.
Dalam pernyataan pada Selasa, CENTCOM mengatakan pihaknya menargetkan pusat komando militer Iran, fasilitas maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara. Militer AS juga merilis rekaman terbaru serangan udara terhadap sejumlah lokasi di Iran.
"Pasukan Amerika tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan yang tidak beralasan terhadap awak kapal sipil yang berupaya melintasi selat secara bebas dan terbuka," tulis CENTCOM.
Seorang pejabat AS yang mengetahui pembahasan pemerintah mengungkapkan bahwa operasi tersebut akan dibatasi oleh menipisnya persediaan pertahanan udara dan amunisi jarak jauh. "Kita tidak memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan operasi dengan aman, dan saya rasa Gedung Putih tidak menyadari hal itu," kata pejabat tersebut.
Presiden AS Donald Trump disebut sedang mempertimbangkan opsi untuk melancarkan perang yang lebih luas melawan Teheran, seiring dengan semakin banyaknya pesawat tempur Amerika yang dikerahkan ke Timur Tengah. Namun, keterbatasan logistik militer menjadi kendala serius bagi ambisi tersebut.
Artikel Terkait
Rudal Iran Kini Lebih Cerdas, Bisa Hindari Pertahanan Udara Musuh
Analisis Ungkap AS Jatuhkan Bom Hampir 1 Ton di Rumah Warga Iran, Satu Keluarga Tewas
Serangan AS ke Iran Kembali Gagal, Trump Akhirnya Hentikan Operasi
Iran: AS Terjebak dalam Perang yang Mereka Mulai Sendiri