Pergeseran Bersejarah di Kongres AS: 104 Anggota Usulkan Pemotongan Bantuan ke Israel

- Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:40 WIB
Pergeseran Bersejarah di Kongres AS: 104 Anggota Usulkan Pemotongan Bantuan ke Israel

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari 100 anggota Kongres Amerika Serikat secara terbuka menentang paket bantuan militer tahunan sebesar 3,8 miliar dolar AS ke Israel. Sebanyak 104 anggota parlemen mengusulkan agar bantuan itu dikurangi atau bahkan dihapus sama sekali. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam lanskap politik Washington yang selama puluhan tahun menjadikan dukungan tanpa syarat terhadap Israel sebagai kebijakan yang hampir tak tergoyahkan.

Bantuan militer Amerika ke Israel telah menjadi pilar utama hubungan kedua negara selama lebih dari 70 tahun. Berdasarkan Nota Kesepahaman (MOU) 2016 untuk tahun anggaran 2019-2028, AS mengucurkan 3,8 miliar dolar per tahun. Sebesar 3,3 miliar dolar di antaranya berupa hibah Foreign Military Financing (FMF), sementara sisanya 500 juta dolar untuk program kerja sama pertahanan rudal, termasuk Iron Dome. Meski MOU bersifat komitmen politik dan tidak mengikat secara hukum, Kongres biasanya mengesahkannya setiap tahun tanpa perubahan berarti.

Seluruh bantuan saat ini murni untuk sektor pertahanan. Bantuan ekonomi telah dihentikan total sejak 2007. Fakta ini, menurut para kritikus, menunjukkan keterlibatan langsung Amerika dalam kekerasan militer di Palestina, terutama dalam dua tahun terakhir. Selain itu, sekitar 74-75 persen dana FMF wajib dibelanjakan untuk peralatan dan jasa dari perusahaan AS, sehingga Amerika pun menuai keuntungan ekonomi dari hibah tersebut. Sementara itu, porsi yang boleh dibelanjakan Israel untuk industrinya sendiri akan dikurangi bertahap hingga mencapai nol persen pada 2028.

Secara historis, total bantuan AS ke Israel sejak 1951 mencapai 174 miliar dolar, atau sekitar 298 miliar dolar setelah disesuaikan dengan inflasi. Trennya terus meningkat: MOU 2009-2018 sebesar 3,1 miliar dolar per tahun, kini naik menjadi 3,8 miliar dolar. Angka itu belum termasuk paket bantuan tambahan yang kerap disetujui Kongres, seperti setelah serangan 7 Oktober 2023. Pada anggaran 2024, bantuan AS bahkan menutupi lebih dari sepertiga total anggaran pertahanan Israel.

Suara Kritis Mulai Diterima

Meski usulan pemotongan bantuan belum menjadi undang-undang, kemunculannya dianggap sebagai momen bersejarah. Dua atau tiga tahun lalu, sikap menolak bantuan ini nyaris tak terbayangkan. Anggota Kongres Cori Bush dari Missouri, misalnya, pernah dikecam keras dan diancam pemecatan hanya karena mengkritik bantuan tersebut. Kini, 104 anggota justru mendukung revisi terhadap bantuan yang selama ini berjalan otomatis tanpa syarat berarti.

Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. Namun, satu hal jelas: diskusi yang dulu mustahil kini nyata. Sejarah membuktikan, perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk bersuara.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags