Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar hingga Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU

- Rabu, 15 Juli 2026 | 16:06 WIB
Gus Ipul Sebut Nasaruddin Umar hingga Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, mengungkap sejumlah nama yang bakal bertarung dalam pemilihan ketua umum PBNU pada Muktamar ke-35. Di antaranya adalah Kiai Zulfa Mustofa, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan sejumlah tokoh lainnya.

"Ya saya kira sudah banyak nama-nama, di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ya ada juga Gus Kikin, Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof Nasaruddin Umar," ujar Gus Ipul di kompleks DPR, Rabu (15/7). Ia juga menyebut nama Ketua Umum PBNU saat ini, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, sebagai salah satu yang disebut-sebut.

Sebelumnya, Gus Yahya menegaskan bahwa ketua umum PBNU tidak boleh merangkap jabatan. Hal ini menjadi sorotan karena Nasaruddin Umar masih menjabat sebagai Menteri Agama. Menanggapi hal itu, Gus Ipul menyatakan bahwa keputusan apakah Nasaruddin harus mundur atau tidak bergantung pada para peserta muktamar, yang disebut Muktamirin.

"Nah itu tergantung Muktamirin. Ketentuannya sudah ada, ya kemudian apakah ketentuan itu akan diubah atau diteruskan, itu semua tergantung Muktamirin. Kemudian ketentuan itu akan diterapkan pada muktamar ini atau pada muktamar yang akan datang, itu semua tentu tergantung Muktamirin," jelas Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa semua aturan telah disepakati dalam Muktamar Lampung lima tahun lalu, dan ke depannya belum diketahui pasti. Namun, Jam'iyah Nahdlatul Ulama memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk memimpin NU di masa mendatang.

Gus Ipul juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak akan melakukan intervensi atau "cawe-cawe" dalam muktamar tersebut. "Oh saya kira iya itu, pasti (tak ada cawe-cawe). Presiden tahu betul Nahdlatul Ulama, memahami betul Nahdlatul Ulama, dan presiden kenal dengan semua tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama," tuturnya. Ia menambahkan bahwa presiden memberikan kepercayaan penuh kepada Muktamirin untuk bermusyawarah sesuai tradisi NU. "Jadi saya kira benar bahwa presiden tidak akan turut campur dalam kaitan dengan proses muktamar itu," tandasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags