Dokter Tifa, seorang peneliti yang selama 11 tahun menyelidiki pertanyaan publik seputar latar belakang pendidikan Presiden Joko Widodo, mengungkapkan bahwa dirinya menggunakan pendekatan neuroscience behavior untuk meneliti 37 video pidato Jokowi. Penelitian itu, menurutnya, telah menyeret dua orang ke penjara.
Dalam acara Catatan Demokrasi tvOne, Dokter Tifa menceritakan momen ketika ia tersentak pada 2017. Saat itu, dalam sebuah video, Jokowi menyebut dirinya sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM jurusan teknologi kayu. "Wah itu saya tersentak, karena jurusan itu tidak pernah ada di UGM," ujarnya.
Ia mengaku awalnya tidak terlalu antusias mengikuti kasus Bambang Tri, penulis buku Jokowi Undercover yang akhirnya dipenjara. Namun, setelah melihat video lain di mana Jokowi menyebut dosen pembimbingnya bernama Insinyur Kasmujo dan kembali menyebut jurusan teknologi kayu, ia merasa ada kejanggalan besar. "Disitu saya tersentak," tegasnya.
Dokter Tifa mengatakan penelitiannya didasarkan pada analisis bahasa tubuh dan pernyataan berulang Jokowi yang dianggapnya tidak konsisten dengan data akademik resmi. Ia mengklaim telah mengumpulkan bukti selama lebih dari satu dekade untuk menjawab keraguan masyarakat.
Artikel Terkait
Andreas Hugo Pareira Minta Jokowi Bawa Ijazah saat Kunjungan ke NTT
Ahmad Khozinudin Sebut Ada Strategi di Balik Wacana Jokowi Tak Hadir di Sidang Ijazah Palsu
Safari Politik Jokowi Bersama PSI Dinilai Percepat Kompetisi Elite Menuju Pemilu 2029
Gus Nur Beri Komentar soal Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim