Antre Solar Subsidi di Pelalawan, Sopir Truk Rela Menginap Dua Hari

- Kamis, 02 Juli 2026 | 23:15 WIB
Antre Solar Subsidi di Pelalawan, Sopir Truk Rela Menginap Dua Hari

Antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Pelalawan, Riau. Para sopir truk mengaku harus menginap hingga dua hari demi bisa mengisi solar tersebut.

Pantauan di tiga SPBU di Kecamatan Pangkalan Kerinci pada Kamis (2/7/2026) menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Di salah satu SPBU dalam kota, antrean mencapai sekitar 500 meter dan didominasi bus karyawan perusahaan bubur kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Sopir truk, Rudi, mengatakan hampir seluruh SPBU di Pangkalan Kerinci mengalami antrean panjang, terutama untuk solar subsidi. Di sejumlah SPBU pinggiran kota, kendaraan pribadi bahkan kesulitan mendapatkan solar karena antrean didominasi kendaraan industri seperti dump truk batu bara dan truk trailer. "Di mana-mana di SPBU antre semua," ujarnya.

Manajer SPBU di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 5, Habib, menyebut antrean telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. Meski demikian, pasokan solar subsidi dari Depot Pertamina Dumai ke SPBU tersebut masih berjalan normal dengan kuota sekitar 60 ton per hari. "Penyebab antreannya kita kurang paham. Kalau stok kita aman," katanya.

Tambrin, sopir truk batu bara, mengaku harus bermalam hingga dua hari untuk mendapatkan jatah 200 liter solar subsidi di SPBU PT Jawara Energi Semesta di Jalan Lintas Timur Kilometer 63. "Sudah dua hari ini," ucapnya. Menurut Tambrin, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Pelalawan, tetapi juga di sepanjang Jalan Lintas Timur sejak ia mengangkut batu bara dari Sarolangun, Jambi, hingga ke pabrik PT RAPP di Pelalawan.

Manajer SPBU PT Jawara Energi Semesta, Joko Widodo, menjelaskan antrean terjadi karena distribusi solar dari Depot Pertamina Dumai kerap datang terlambat, sehingga kendaraan terus menumpuk. Ia juga mengakui antrean didominasi kendaraan berat seperti dump truk batu bara dan truk trailer, yang seharusnya menggunakan BBM industri. Namun, pihak SPBU tidak dapat menolak karena kendaraan tersebut memiliki barcode yang diterbitkan Pertamina. "Sudah dua hari ini," ujarnya.

Hingga kini, antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Pelalawan dan dikeluhkan para pengemudi yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk bekerja.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags