Pengacara keluarga Ruly Yunis Setiawati, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa adik korban telah dimintai keterangan oleh polisi untuk mengidentifikasi barang-barang milik Ruly yang hilang. Ruly, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, ditemukan tewas di dalam mobil dinasnya di parkiran Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (25/6).
Dalam rekaman CCTV, mobil dinas tersebut tampak dikendarai oleh seorang pria misterius bermasker, berkacamata, dan mengenakan jam tangan di tangan kiri saat masuk ke area parkir. Risang mengatakan, dari penuturan adik korban, sejumlah barang berharga Ruly raib, mulai dari perhiasan emas hingga uang tunai.
"Dimintai identifikasi barang-barang yang hilang, seperti emas-emas. Ditunjukkan juga barang bukti yang ditemukan, misalnya dompet, kartu ATM, dan HP," ujar Risang kepada kumparan, Selasa (30/6).
Dalam proses identifikasi, Risang menyebut tidak ada uang sepeser pun di dalam dompet korban. "Tidak ada uang sedikit pun, Rp1.000 pun enggak ada. Mustahil orang bepergian dari Bangkalan ke Malang tanpa uang tunai," katanya. Ia menduga uang dan perhiasan seperti kalung serta gelang emas milik korban diambil oleh terduga pelaku.
Risang juga menyoroti kejanggalan lain: sebelum ditemukan tewas, Ruly mengunggah video kolase foto bersama pria misterius di akun TikTok-nya pada Jumat (19/6) malam. "Keluarga bingung. Di Madura, perselingkuhan risikonya besar, bisa sampai taruhan nyawa. Tapi kenapa Bu Ruly justru mengunggah foto-foto itu di TikTok dan menandai teman-temannya? Seperti mengumumkan, 'Ini saya selingkuh dengan ini.' Padahal dia pejabat, punya karier, keluarga. Kenapa beberapa jam sebelum terbunuh dia melakukan itu?" ujarnya.
Menurut Risang, unggahan tersebut bisa menjadi isyarat bahwa korban dalam tekanan atau ketakutan. "Seolah ada sesuatu yang terjadi Jumat malam itu yang membuatnya ketakutan. Mungkin sudah ada konflik, firasat buruk, sehingga dia memberi petunjuk, 'Bila terjadi sesuatu, saya terakhir dengan orang ini.' Karena persoalan selingkuh biasanya disembunyikan, bukan diumumkan," imbuhnya.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki kasus ini. "Masih menunggu hasil laboratorium forensik Polda Jatim, mengumpulkan data, dan memeriksa saksi-saksi," kata Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono.
Artikel Terkait
Pemerintah dan DPR Bahas Solusi Guru Madrasah Non-ASN, Insentif Rp 1,5 Juta hingga Prioritas PPPK
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Sidang Berakhir Kontroversial
Dua Anggota Garda Revolusi Iran Tewas Ditembak di Dekat Perbatasan Irak
Gol Penyeimbang Injury Time Diop Bawa Maroko ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026