Keutamaan dan Pengalaman Sholat Jumat di Tanah Suci: Persiapan Penting bagi Jamaah Umrah

- Selasa, 30 Juni 2026 | 14:50 WIB
Keutamaan dan Pengalaman Sholat Jumat di Tanah Suci: Persiapan Penting bagi Jamaah Umrah

Bagi banyak umat Islam, beribadah di Tanah Suci adalah impian yang sudah lama disimpan. Ada yang menabung bertahun-tahun, ada pula yang menunggu waktu yang tepat agar bisa berangkat bersama keluarga. Dari sekian banyak momen yang dinanti selama menjalankan ibadah umrah, salah satu yang paling berkesan adalah ketika diberi kesempatan melaksanakan Sholat Jumat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Tidak sedikit jamaah yang mengaku suasana tersebut sulit dilupakan.

Ribuan hingga jutaan umat Islam berkumpul dalam satu tempat, mengumandangkan kalimat-kalimat takbir dan dzikir dengan penuh kekhusyukan. Pengalaman itu menghadirkan rasa haru yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Itulah sebabnya banyak calon jamaah mencari informasi mengenai keutamaan sholat jumat di tanah suci sebelum berangkat. Selain memahami nilai ibadahnya, jamaah juga perlu mengetahui berbagai persiapan agar dapat mengikuti Sholat Jumat dengan nyaman dan khusyuk selama menjalankan rangkaian ibadah umrah.

Keutamaan Shalat Jumat bagi Umat Islam

Sholat Jumat merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Allah SWT memerintahkan kaum muslimin untuk menghadiri Shalat Jumat sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.” Ayat tersebut mengingatkan bahwa ketika azan Jumat telah berkumandang, seluruh aktivitas dunia hendaknya ditinggalkan untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Hari Jumat merupakan hari yang penuh keutamaan. Dalam berbagai hadis dijelaskan bahwa hari Jumat adalah hari terbaik dibandingkan hari-hari lainnya. Pada hari inilah terdapat waktu yang mustajab untuk berdoa sehingga banyak umat Islam memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memanjatkan doa terbaik. Karena itulah, ketika kesempatan menjalankan Sholat Jumat hadir bersamaan dengan ibadah umrah, tentu menjadi nikmat yang sangat disyukuri.

Berjalan menuju masjid untuk melaksanakan Sholat Jumat juga termasuk amalan yang bernilai pahala. Apalagi jika dilakukan dengan niat yang ikhlas dan menjaga adab selama perjalanan menuju masjid. Di Tanah Suci, perjalanan menuju Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi sering kali menjadi pengalaman spiritual tersendiri. Di sepanjang jalan, jamaah akan bertemu muslim dari berbagai negara dengan tujuan yang sama, yaitu memenuhi panggilan Allah SWT.

Hari Jumat juga dikenal sebagai waktu yang baik untuk memperbanyak doa. Banyak jamaah memanfaatkan kesempatan setelah sholat maupun menjelang waktu mustajab dengan memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, hingga doa terbaik bagi keluarga di tanah air.

Pengalaman Shalat Jumat di Tanah Suci

Tidak sedikit jamaah mengatakan bahwa pengalaman Sholat Jumat di Tanah Suci memberikan kesan yang berbeda dibandingkan ketika melaksanakannya di kampung halaman. Sejak pagi hari, kawasan sekitar Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi sudah mulai dipenuhi jamaah. Orang-orang datang lebih awal agar memperoleh tempat sholat yang nyaman. Ketika azan berkumandang, suasana berubah menjadi sangat khusyuk. Seluruh jamaah mengikuti khutbah dengan tenang meskipun berasal dari latar belakang bahasa yang berbeda. Pemandangan saf yang tersusun rapi hingga memenuhi pelataran masjid menjadi pengalaman yang membekas dalam ingatan banyak orang.

Salah satu hal yang membuat Sholat Jumat di Tanah Suci terasa istimewa adalah kuatnya rasa persaudaraan sesama muslim. Jamaah dari Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika berdiri dalam satu saf tanpa membedakan status sosial maupun kebangsaan. Semua mengenakan pakaian yang sederhana dan datang dengan tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Momen seperti ini sering kali membuat jamaah lebih menyadari bahwa Islam benar-benar menyatukan umat dari seluruh penjuru dunia.

Bagi sebagian orang, kesempatan mengikuti Sholat Jumat di Tanah Suci mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Karena itu, pengalaman tersebut biasanya menjadi salah satu kenangan paling berharga selama menjalankan ibadah umrah. Tidak sedikit jamaah yang mengabadikan momen sebelum atau sesudah sholat sebagai pengingat bahwa mereka pernah merasakan nikmat beribadah di tempat yang menjadi kiblat umat Islam.

Persiapan Jamaah Umrah saat Mengikuti Shalat Jumat

Agar ibadah berlangsung dengan nyaman, jamaah perlu melakukan beberapa persiapan sejak awal. Masjid biasanya sudah dipenuhi jamaah beberapa jam sebelum waktu khutbah dimulai. Karena itu, datang lebih awal menjadi pilihan terbaik agar memperoleh tempat yang nyaman dan tidak terburu-buru. Selain itu, jamaah juga memiliki waktu untuk memperbanyak dzikir maupun membaca Al-Qur’an sambil menunggu pelaksanaan Sholat Jumat.

Aktivitas ibadah selama umrah cukup padat. Oleh sebab itu, jamaah perlu menjaga kesehatan dengan tidur yang cukup, memperbanyak minum air, dan mengonsumsi makanan bergizi. Kondisi tubuh yang prima membuat ibadah menjadi lebih nyaman, terutama ketika harus berjalan kaki menuju masjid atau berada di tengah keramaian jamaah.

Beberapa perlengkapan sederhana sebaiknya selalu dibawa, seperti sajadah lipat, botol minum, sandal yang mudah dikenali, serta tas kecil untuk menyimpan barang-barang penting. Persiapan kecil seperti ini seringkali sangat membantu ketika jumlah jamaah sedang membludak.

Pendamping ibadah biasanya telah memahami kondisi lapangan, termasuk waktu terbaik menuju masjid dan jalur yang lebih nyaman dilalui. Karena itu, jamaah sebaiknya mengikuti arahan pembimbing agar perjalanan menuju lokasi sholat berjalan lebih tertib dan tidak terpisah dari rombongan.

Memilih Program Umrah dengan Jadwal dan Pendampingan yang Jelas

Salah satu faktor yang menentukan kenyamanan ibadah adalah memilih biro perjalanan yang memiliki jadwal terencana dan pendampingan yang baik. Bagi jamaah yang ingin merasakan pengalaman mengikuti Sholat Jumat lebih dari sekali di Tanah Suci, tersedia program Umrah Reguler 2x Shalat Jumat. Program ini dirancang agar jamaah memiliki kesempatan melaksanakan dua kali Sholat Jumat selama berada di Tanah Suci. Bagi sebagian orang, kesempatan seperti ini menjadi nilai lebih karena tidak semua jadwal perjalanan memungkinkan hal tersebut. Dengan perencanaan yang matang, jamaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa harus bingung mengatur waktu perpindahan kota maupun jadwal kegiatan lainnya.

Selain jadwal yang jelas, pendampingan kepada jamaah mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai sangat membantu. Pendamping akan memberikan informasi mengenai tata cara ibadah, jadwal kegiatan, hingga berbagai hal teknis selama berada di Makkah dan Madinah. Kehadiran pendamping membuat jamaah, terutama yang baru pertama kali umrah, merasa lebih tenang.

Saat seluruh kebutuhan perjalanan telah dipersiapkan dengan baik, jamaah dapat lebih berkonsentrasi menjalankan ibadah. Tidak perlu terlalu banyak memikirkan urusan teknis karena seluruh agenda telah tersusun secara rapi. Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri, terutama bagi jamaah lanjut usia maupun keluarga yang berangkat bersama anak-anak. Menjalankan Sholat Jumat di Tanah Suci bukan sekadar menunaikan kewajiban, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang sangat berharga. Suasana ibadah yang khusyuk, kebersamaan dengan jutaan muslim dari berbagai negara, serta kesempatan memperbanyak doa menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Agar pengalaman tersebut dapat dirasakan secara maksimal, pastikan memilih program umrah dengan jadwal yang jelas dan pendampingan yang terpercaya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags