Wamendagri Bima Arya: Ketangguhan Kota Ditentukan Kualitas Sistem yang Dibangun Pemda

- Senin, 29 Juni 2026 | 16:42 WIB
Wamendagri Bima Arya: Ketangguhan Kota Ditentukan Kualitas Sistem yang Dibangun Pemda

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa ketangguhan sebuah kota dalam menghadapi bencana sangat bergantung pada kualitas sistem yang dibangun oleh pemerintah daerah. Menurutnya, penguatan sistem, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemanfaatan data menjadi fondasi utama untuk mewujudkan kota yang tangguh.

Pernyataan itu disampaikan Bima saat menjadi narasumber dalam sesi berbagi bertema "Inspirasi Kota Tangguh" pada kegiatan Youth City Changers dalam rangka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia 2026 di Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/6/2026).

"Bencana adalah ujian bagi sistem. Barang siapa kota yang pemimpinnya mampu membangun sistem, maka akan lebih tangguh terhadap bencana. Bencana juga adalah ujian bagi kebersamaan, kepemimpinan, komunikasi, dan pada akhirnya tentang data," ujar Bima.

Ia menjelaskan, salah satu aspek yang masih perlu diperkuat di banyak daerah adalah perencanaan mitigasi bencana. Karena itu, pemda perlu menjalin kolaborasi dengan para ahli kebencanaan agar setiap potensi risiko dapat dipetakan, diantisipasi, dan ditangani melalui langkah-langkah yang terencana.

Bima juga mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam penanganan bencana melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Menurutnya, keterlibatan masyarakat tidak hanya dibutuhkan dalam penyaluran bantuan, tetapi juga dalam memberikan pendampingan kepada kelompok rentan agar proses pemulihan berlangsung lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.

"Kondisi di lokasi pengungsian sering kali menyisakan persoalan yang luput dari perhatian. Trauma healing, konseling, preventif untuk kekerasan seksual dan pelecehan berbasis gender, itu sering kali enggak jadi bagian dari rehabilitasi bencana," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags