Jakarta Barat Resmi Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Wagub Rano Karno Soroti Sanitasi yang Masih Tertinggal

- Senin, 29 Juni 2026 | 11:18 WIB
Jakarta Barat Resmi Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Wagub Rano Karno Soroti Sanitasi yang Masih Tertinggal

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendeklarasikan RW 12 Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sebagai wilayah yang bebas dari praktik buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF), Senin (29/6). Deklarasi ini menandai bahwa seluruh kelurahan di Jakarta Barat kini telah berstatus ODF.

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, serta sejumlah pihak kolaborator seperti PAL Jaya, BAZNAS, Universitas Trisakti, dan pihak swasta yang turut mendukung pembangunan fasilitas sanitasi.

Dalam kesempatan itu, Pemprov DKI mengungkapkan bahwa saat ini terdapat tujuh fasilitas MCK komunal di RW 12 Tomang, terdiri dari lima unit baru dan dua unit hasil revitalisasi. Fasilitas tersebut kini dimanfaatkan oleh 503 kepala keluarga atau sekitar 1.278 jiwa.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pembangunan MCK komunal ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penyediaan sanitasi layak di wilayahnya.

“Hari ini target kita 4 MCK komunal yang kita bangun, kami mengajak para kolaborator, alhamdulillah Bapak, 5 kami bisa bangun dan 2 revitalisasi. Total seluruhnya 7 MCK komunal yang telah kami fasilitasi bersama,” kata Iin.

Sanitasi Masih Jadi Pekerjaan Rumah Besar

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti persoalan sanitasi di Jakarta yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ia mengaku prihatin karena masalah sanitasi buruk yang ia alami saat kecil ternyata masih ditemukan di Jakarta hingga sekarang.

“Saya lahir di Kebon Dalem Gang 7, daerah Kemayoran pada tahun ’60. Waktu itu kampung saya terkenal, Gang 7 itu terkenal dengan ‘Gang Tai’, maaf. Karena memang waktu itu kami kalau buang air di got. Itu tahun ’60. Sekarang ternyata pada tahun 2026, di Jakarta masih ada yang seperti itu,” kata Rano.

Menurut dia, kebutuhan pembangunan MCK di Jakarta masih sangat tinggi. Ia mendapat laporan bahwa terdapat lebih dari 1.200 pengajuan pembangunan fasilitas sanitasi.

“Saya sangat sadar tadi Dirut PAL Jaya sudah berbisik kepada saya, ‘Pak, di kantor kami ini yang mengajukan proposal untuk melakukan MCK ini lebih dari 1.200.’ Saya melihat bukan lebihnya, tapi keinginan berubahnya yang luar biasa,” ujarnya.

Rano menegaskan, perbaikan sanitasi harus terus dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Menurut dia, sanitasi yang baik menjadi salah satu syarat penting menuju kota global yang sehat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags