Dokter Icha Meninggal Usai Diduga Diintimidasi Oknum DPRD Saat Tangani Pasien di TTU

- Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB
Dokter Icha Meninggal Usai Diduga Diintimidasi Oknum DPRD Saat Tangani Pasien di TTU

Seorang dokter muda yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) setelah diduga mengalami tekanan psikologis akibat intimidasi saat menangani pasien. Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha, sempat menjalani perawatan di Kota Kupang sebelum mengembuskan napas terakhir.

Peristiwa yang memilukan ini bermula saat dr. Icha menerima pasien berusia 19 tahun yang dirujuk dari RSUD Kefamenanu ke RS Leona pada Sabtu (13/6/2026). Pasien tersebut merupakan korban gigitan ular dan diketahui sebagai keluarga salah satu anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.

Dalam penanganannya, dr. Icha memeriksa dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP). Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien belum direkomendasikan menerima serum anti-bisa ular tertentu. Selain itu, RS Leona juga tidak memiliki stok anti venom yang diminta oleh keluarga.

Penjelasan medis tersebut diduga tidak diterima oleh keluarga pasien. Seorang anggota keluarga kemudian berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU. Tak lama kemudian, seorang pria lain masuk ke ruang IGD dan menyampaikan protes dengan nada keras. Pria tersebut diketahui mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III berinisial RT. Selain itu, diduga terdapat pula anggota DPRD berinisial TL dan seorang warga berinisial VL yang berada di lokasi saat kejadian.

Di tengah tekanan, dr. Icha tetap berupaya menjelaskan kondisi pasien serta alasan medis di balik tindakan yang diambil sesuai prosedur. Namun, penjelasannya tidak diterima sehingga ia merasa tertekan dan menangis.

Pasien kemudian menjalani perawatan di RS Leona hingga Senin (16/6/2026) sebelum dipulangkan atas permintaan keluarga. Informasi yang dihimpun menyebutkan kondisi pasien kini telah sehat.

Sementara itu, sejumlah rekan kerja dan keluarga menyebut setelah peristiwa tersebut dr. Icha mengalami tekanan psikis, depresi, dan kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026).

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh paman almarhumah, Viktor Manbait, melalui pesan singkat yang diterima sejumlah awak media. Dalam pesannya, Viktor menyampaikan bahwa ia menerima informasi dari Gabriel Pakaenoni yang berada di Kupang.

"Selamat malam rekan-rekan media. Jam 18.30 sore ini saya mendapat kabar dari Bapak Gabriel Pakaenoni dari Kupang, kalau dokter Icha telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga," tulis Viktor.

Viktor juga menyampaikan bahwa penyebab pasti meninggalnya Dokter Icha masih menunggu penanganan serta penjelasan medis lebih lanjut. "Sebab meninggalnya Dokter Icha akan disampaikan setelah penanganan medis dilakukan. Terima kasih atas atensi dan dukungan teman-teman semua dalam bersama menjaga dan melindungi para medis di rumah sakit dalam menjalankan tugas dan pesan kemanusiaannya," katanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags