Prabowo: Indonesia Buktikan Ketangguhan Hadapi Krisis Global, Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target

- Rabu, 20 Mei 2026 | 18:00 WIB
Prabowo: Indonesia Buktikan Ketangguhan Hadapi Krisis Global, Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat dari Target

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia telah membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi berbagai krisis global, terutama di sektor pangan, di tengah ketidakpastian dunia yang dipicu konflik geopolitik, perubahan iklim, pandemi, dan gangguan rantai pasok. Menurutnya, stabilitas domestik yang terjaga menjadi bukti nyata kemampuan bangsa ini bertahan di bawah tekanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI yang mengagendakan Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027, pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam forum itu, Kepala Negara menekankan bahwa Indonesia tidak perlu larut dalam kepanikan yang melanda banyak negara lain.

“Kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara, Indonesia masih tenang. Kita tidak euforia, kita tidak sombong, tapi kita tenang. Kita punya kemampuan,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, ketahanan nasional yang terus menguat menjadi modal penting bagi Indonesia untuk bercita-cita menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Sejumlah lembaga dan institusi internasional bahkan memproyeksikan posisi Indonesia sebagai ekonomi keempat atau kelima dunia pada 2045.

“Pakar-pakar dunia, institusi-institusi dunia menaksir pada tahun 2045 yang hanya 19 tahun lagi, Indonesia akan menjadi ekonomi kelima bahkan keempat terbesar di dunia. Bayangkan kita akan menyalip Inggris, Perancis, Italia,” ujarnya.

Presiden menilai sektor pangan dan pertanian memegang peranan strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Saat ini, Indonesia mulai menjadi rujukan dan mitra bagi sejumlah negara, terutama melalui penguatan produksi pupuk nasional. “Sangat dihormati. Bahkan mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita, karena produksi pupuk kita lebih,” ungkapnya.

Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia telah membantu memenuhi kebutuhan pupuk sejumlah negara, seperti Australia, India, Brasil, dan Filipina. “Bayangkan Indonesia sekarang bisa membantu negara-negara lebih kaya dari kita. Ini jangan membuat kita sombong, tapi ini membuat kita harus lebih percaya diri,” lanjutnya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk pembenahan tata kelola ekonomi dan pengawasan terhadap berbagai bentuk penyelewengan. “Kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa,” tegasnya.

Pemerintah, sejak awal, telah mengantisipasi berbagai potensi krisis global, terutama pada sektor pangan. Pengalaman pandemi Covid-19, perang, hingga kebijakan pembatasan ekspor pangan oleh negara produsen menjadi pelajaran berharga. “Karena itu saya canangkan program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan,” kata Presiden.

Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada jajaran pertanian atas percepatan pencapaian target swasembada pangan nasional. “Alhamdulillah saya dibantu oleh tim pertanian saya yang luar biasa. Saya beri target empat tahun, mereka hasilkan swasembada dalam satu tahun,” ujarnya.

Capaian itu tercermin dari peningkatan produksi pangan nasional yang disebut tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, disertai lonjakan cadangan beras pemerintah yang kini telah melampaui 5,3 juta ton. “Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita tidak cukup, kita harus sewa gudang-gudang lain,” kata Presiden.

Di sisi lain, Presiden juga menyoroti penguatan sektor pupuk nasional. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen, sehingga petani memperoleh akses yang lebih baik dan mencukupi. “Kita juga sudah amankan produksi pupuk kita. Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen,” ujarnya.

Presiden menegaskan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga bersama, terutama dengan memastikan pupuk bersubsidi tidak diselewengkan atau disalurkan tidak sesuai peruntukan. “Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar