Menteri Angkatan Laut AS John Phelan Dipecat Mendadak di Tengah Perombakan Besar-Besaran Militer

- Kamis, 23 April 2026 | 22:00 WIB
Menteri Angkatan Laut AS John Phelan Dipecat Mendadak di Tengah Perombakan Besar-Besaran Militer

SulawesiPos.com – Geger lagi di tubuh militer Amerika Serikat. Menteri Angkatan Laut John Phelan tiba-tiba dipecat. Tanpa peringatan, tanpa banyak bicara. Presiden Donald Trump yang mengambil keputusan ini, tepat pada Rabu (22/4/2026) waktu setempat. Dan yang bikin situasi makin panas geopolitik dunia juga lagi tidak stabil.

Keputusan ini, menurut sejumlah sumber, adalah bagian dari perombakan besar-besaran yang lagi berlangsung di tengah konflik. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga sudah memberhentikan beberapa pejabat tinggi militer. Termasuk jenderal senior Angkatan Darat. Jadi, ini bukan kejadian yang berdiri sendiri.

Namun begitu, pihak Pentagon bungkam soal alasan detail pencopotan Phelan. Mereka cuma bilang, Phelan "meninggalkan pemerintahan, efektif segera". Itu saja. Tidak ada penjelasan lebih lanjut. Tidak ada drama yang diumbar ke publik.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, cuma menyampaikan apresiasi singkat.

"Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Sekretaris Phelan atas pengabdiannya," katanya.

Nah, untuk menjaga komando tetap stabil setidaknya di atas kertas Wakil Menteri Angkatan Laut Hung Cao langsung ditunjuk sebagai pelaksana harian (acting secretary). Penunjukan ini dilakukan cepat. Alasannya jelas: situasi sensitif, butuh kesinambungan kepemimpinan militer. Tidak bisa main-main di saat seperti ini.

Gelombang Pergantian Pejabat Tinggi

Pemecatan Phelan ini cuma satu dari sekian banyak pergantian di tubuh militer AS belakangan ini. Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Randy George juga dipecat tanpa penjelasan resmi. Kabarnya, ada ketegangan internal dengan Daniel Driscoll. Tapi ya, lagi-lagi, tidak ada konfirmasi resmi.

Di sisi lain, sejumlah posisi strategis lain ikut kena imbas. Pimpinan operasi Angkatan Laut, pejabat tinggi Angkatan Udara semua kena perombakan. Kayak efek domino saja.

Pergolakan internal ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran. Situasi di Timur Tengah lagi panas-panasnya. Washington, di sisi lain, terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan. Pengerahan kekuatan laut jadi andalan utama.

Strateginya? Menekan Iran agar mau kembali ke meja perundingan. Tapi tentu saja, sesuai kepentingan AS. Bukan sebaliknya. Jadi ya, di tengah semua kekacauan internal ini, militer AS tetap harus tampil solid di luar negeri. Atau setidaknya, terlihat solid.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar