MADIUN – Sebuah pabrik plastik di Kecamatan Wonosari jadi sasaran inspeksi mendadak alias sidak dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Madiun, Rabu (22/4/2026). Sidak ini bukan tanpa alasan. Lagi-lagi, muncul dugaan bahwa perusahaan itu menahan ijazah milik mantan karyawannya.
Sebelumnya, praktik serupa sudah pernah terjadi. Sepanjang tahun 2025 lalu, setidaknya 72 ijazah sudah dikembalikan ke tangan eks karyawan. Tapi, dugaan pelanggaran macam ini kembali mencuat. Lagi.
Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, bicara dengan nada tegas. Menurut dia, perusahaan tersebut sudah berkali-kali dilaporkan soal penahanan ijazah. Bukan sekali dua kali.
“CV Sukses Jaya Abadi ini bagi Disnakerin itu residivis. Karena apa, kita itu bolak-balik ada pengaduan penahanan ijazah,” ujar Arik, mengutip pernyataannya di iNews Madiun, Rabu (22/4/2026).
Dia menambahkan, tidak ada toleransi untuk pelanggaran yang sama. “Kemarin sudah saya ancam yang terakhir kali tapi, nyatanya hari ini ada kejadian lagi berarti saya harus tindak tegas kan seperti itu,” ucapnya. Nada bicaranya terdengar kesal, tapi juga mantap.
Hasil sidak hari itu, kata Arik, bakal dituangkan dalam berita acara. Dokumen ini nantinya jadi dasar pelaporan ke pengawas Disnaker tingkat provinsi. Dari sana, proses penyidikan akan berjalan.
“Berita acara hari ini akan kami jadikan dasar untuk membuat surat ke pengawas Disnaker provinsi. Hasil penyidikan dari Pengawas Disnaker provinsi itu sangsinya bisa teguran sampai pencabutan izin,” katanya. Ancaman itu bukan sekadar gertak sambal, tampaknya.
Di sisi lain, pihak pabrik diminta segera menyerahkan data jumlah ijazah milik eks karyawan yang masih ditahan. Data ini penting. Nantinya, akan dilaporkan langsung ke Bupati Madiun sebagai bahan tindak lanjut.
“Targetnya hari ini berapa jumlah ijazah yang masih ditahan. Karena saya juga laporan ke pak Bupati,” ucap Arik. Ia tak mau main-main soal ini.
Artikel Terkait
Banjir Bandang di Kendal, Truk Pengangkut Batu Terseret Arus Kali Bodri
Persik Kediri Siap Tempur Hadapi PSM Makassar demi Jauh dari Zona Degradasi
ART di Maros Curi Perhiasan dan Uang Majikan, Kabur ke Makassar
Indikasi Perjokian dan Pemalsuan Dokumen Warna Hari Pertama UTBK SNBT 2026 di Unesa