Sebuah benda mencurigakan yang bentuknya mirip rudal berhasil diamankan aparat. Penemunya adalah nelayan yang sedang beraktivitas di Perairan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulsel. Operasi pengamanan ini dilakukan gabungan TNI AL dan kepolisian.
Benda itu sekarang sudah dibawa ke Komando Daerah Angkatan Laut VI di Makassar. Di sanalah nanti pemeriksaan mendetail akan dilakukan. Tujuannya jelas: mengidentifikasi apa sebenarnya objek tersebut dan seberapa berbahaya ia bagi publik.
Lettu Marinir Hamzah, Komandan Pos TNI AL Takalar, mengaku pihaknya belum punya kesimpulan. "Kami belum bisa menyimpulkan," ujarnya.
"Tapi, barang ini menyerupai bentuk rudal. Belum tahu persis seperti apa. Nanti hasil penelitian lebih lanjut, mengenai benda ini akan disampaikan pimpinan kami," tambah Hamzah dalam keterangan video yang beredar Sabtu (18/4/2026).
Soal kemungkinan benda itu bisa meledak atau tidak, dia memilih berhati-hati. Semuanya masih menunggu hasil lab. Untuk sementara, benda itu diangkut pakai truk militer menuju Makassar demi keamanan bersama.
"Soal itu (bisa meledak) belum bisa kita memberikan keterangan, informasi seperti itu, nanti dari hasil pemeriksaan. Kami bawa dulu ke Kodaeral untuk diamankan di sana," lanjutnya.
Ditemukan Nelayan, Dievakuasi Kapal
Kapolsek Mappasunggu, Ipda Sumarwan, punya cerita soal awal mula penemuan. Laporan pertama datang dari nelayan yang ketakutan. Begitu dapat laporan, polisi langsung bergerak cepat dan mengajak TNI AL turun tangan.
Deskripsinya cukup jelas: benda itu lonjong, memanjang lebih dari satu meter, dan warnanya biru. Sekilas, sangat mirip rudal. Tapi Sumarwan menegaskan, status pastinya masih misteri. Hanya penelitian TNI AL yang bisa menjawab.
Proses evakuasinya sendiri cukup panjang. Dari Pulau Tanakeke, benda itu dibawa kapal ke Kantor Polsek Mappasunggu. Setelah itu, baru diserahkan ke personel AL untuk dibawa ke Makassar.
Hamzah kembali mengingatkan. Masyarakat, terutama para nelayan, harus waspada. Kalau menemukan benda asing yang mencurigakan, jangan coba-coba mendekati apalagi memegangnya. Langsung hubungi pihak berwajib.
Pesan serupa diulang Sumarwan. "Disampaikan kepada masyarakat, jika menemukan benda asing di mana pun, jangan diutak-atik. Segera dilaporkan ke pihak berwajib agar bisa ditangani dengan cepat dan aman," tuturnya.
Sekarang, semua mata tertuju pada tim peneliti di Kodaeral VI. Hasil pemeriksaan mereka nanti yang akan menjawab rasa penasaran sekaligus mengusir kecemasan warga.
Artikel Terkait
Harga BBM Non-Subsidi Tembus Rp 25 Ribu, Menteri ESDM: Itu untuk Orang Kaya
Harga Emas Perhiasan Minggu Pagi: Stagnan di Raja Emas, Naik di Laku Emas
Progres Pembangunan Jalan Multiyears Project di Sulsel Capai 25 Persen
Polisi Tangkap Otak Pembunuhan di Hotel Timika, Motif Balas Dendam