Harapnya. Poin kenyamanan untuk anak-anak SD itu tampaknya menjadi perhatian serius.
Lebih jauh, politisi Fraksi PKS itu mendorong pemanfaatan data TKA secara optimal. Tidak boleh sekadar jadi arsip. Data itu harus hidup, digunakan untuk menyusun peta capaian belajar siswa secara nasional, bahkan hingga ke tingkat sekolah. Tujuannya jelas: mengidentifikasi di mana saja kesenjangan kualitas pendidikan masih terjadi.
Dari situ, program intervensi bisa dirancang. Misalnya, penguatan literasi dan numerasi di daerah-daerah dengan capaian rendah. Hasil TKA juga seharusnya bisa mendorong peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan yang tepat, agar strategi mengajar mereka lebih sesuai dengan kebutuhan riil siswa di kelas.
Yang tak kalah penting adalah integrasi. Hasil pemetaan ini harus menyatu dengan perencanaan pendidikan di daerah, mulai dari penyusunan program hingga alokasi anggaran. Semuanya harus saling terkait.
“Dengan pemanfaatan data yang optimal, TKA dapat menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh,”
tutup Kurniasih. Jika semua langkah ini berjalan, TKA bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan benar-benar menjadi kompas untuk perbaikan pendidikan ke depan.
Artikel Terkait
Bulog Turun Tangan Langsung, Operasi Pasar Minyak Goreng Dimulai dari DKI
Putin Undang Presiden Prabowo Hadir Dua Acara Besar di Rusia
Prakiraan Cuaca Sulsel: Cerah Berlanjut ke Hujan Ringan hingga Sedang
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Keanggotaan BRICS Indonesia