jelas Hamka lebih lanjut. Penolakan itu memicu kemarahan yang tak terbendung. Dalam emosi yang memuncak, Saparuddin mengambil parang dan menghujamkannya ke punggung istrinya.
Kekacauan pun tak terbendung. Melihat kekerasan itu, sepupu pelaku, Rauf (45), berusaha turun tangan. Ia datang hendak melerai, mencoba menenangkan situasi. Sayangnya, niat baik itu justru berbalik menjadi petaka baginya.
“Korban bermaksud melerai ataupun memberi nasihat kepada pelaku, tetapi pada akhirnya korbannya menjadi sasaran dan dilakukan tebasan parang pada bagian leher,”
tutur AKP Hamka. Tebasan itu dilakukan berulang kali, dan Rauf pun tewas di tempat.
Nasib mirip menimpa Mirna. Setelah tebasan pertama di pinggang, Saparuddin kembali mengayunkan parang ke leher istrinya. Korban kedua pun jatuh. Usai melakukan aksi brutalnya, pelaku kabur dari lokasi.
Namun begitu, pelariannya tidak berlangsung lama. Polisi berhasil menangkap Saparuddin di sekitar lokasi kejadian pada Senin dini hari. “Pelaku sudah diamankan,” pungkas Hamka. Sekarang, semua proses hukum sedang menunggu pria yang diduga menghabisi nyawa istri dan sepupunya sendiri itu.
Artikel Terkait
Bulog Turun Tangan Langsung, Operasi Pasar Minyak Goreng Dimulai dari DKI
Putin Undang Presiden Prabowo Hadir Dua Acara Besar di Rusia
Prakiraan Cuaca Sulsel: Cerah Berlanjut ke Hujan Ringan hingga Sedang
Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada Putin atas Dukungan Keanggotaan BRICS Indonesia