Pertarungan Dua Kandidat: Hamas Segera Tentukan Pimpinan Baru

- Minggu, 28 Desember 2025 | 16:40 WIB
Pertarungan Dua Kandidat: Hamas Segera Tentukan Pimpinan Baru

Hamas Akan Segera Punya Pimpinan Baru

Kepemimpinan politik Hamas tampaknya akan segera berganti. Menurut laporan media Al-Sharq Al-Awsat, Biro Politik Umum mereka berencana memilih ketua baru dalam hitungan hari paling lambat sepuluh hari pertama bulan Januari nanti. Proses ini menarik perhatian karena dua nama yang disebut-sebut sebagai calon kuat.

Di satu sisi ada Khalil al-Hayya, sosok yang dikenal sebagai kepala Hamas di Gaza dan juga negosiator utama dalam berbagai pembicaraan gencatan senjata. Di sisi lain, muncul lagi nama Khaled Meshaal, figur senior yang selama ini banyak memimpin gerakan dari luar negeri. Pertarungan internal ini pasti akan menentukan arah Hamas ke depan.

Nah, pemungutan suaranya sendiri nanti akan dilakukan oleh Dewan Syura Umum Hamas. Badan ini beranggotakan sekitar 50 orang, yang mewakili berbagai elemen: dari Gaza, Tepi Barat, para tahanan Palestina, hingga pejabat yang berada di luar Palestina. Sebenarnya, pemilihan seperti ini dijadwalkan rutin setiap empat tahun sekali. Rencananya, pemilihan berikutnya akan digelar awal 2025. Tapi situasi di Gaza yang oleh banyak pihak disebut sebagai genosida memaksa jadwal itu mundur.

Soal Khaled Meshaal, baru-baru ini ia sempat diwawancarai oleh Jeremy Scahill dan Jawa Ahmad dari Drop Site. Pertemuan itu berlangsung di Doha pada 11 Desember lalu. Sebagai anggota pendiri dan wajah internasional Hamas, Meshaal menyampaikan pesan keras kepada pemerintahan Amerika Serikat.

“Sayangnya, salah satu masalah dengan pemerintahan AS adalah mereka memprioritaskan kepentingan Israel lebih daripada kepentingan Amerika Serikat sendiri,” ujarnya.

“Saya hanya menyerukan kepada rakyat Amerika dan pemerintahan AS untuk menilai berdasarkan kepentingan Amerika, bukan kepentingan Israel,” tambah Meshaal dalam wawancara tersebut.

Ia mendesak Presiden Trump untuk secara tegas mengakhiri perang pemusnahan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Menurutnya, langkah itu bisa membuka babak baru dalam hubungan AS dan Palestina. Wawancara lengkapnya sendiri telah beredar luas, termasuk melalui cuitan dari akun Drop Site yang memuat ringkasan berita ini.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar